Surabaya,Seputarindonesia.net – Aktivitas sejumlah warung pangku di kawasan pesisir sekitar Jembatan Suramadu diduga masih berlangsung meski telah memasuki bulan suci Ramadan. Temuan tersebut terungkap dari pantauan langsung media di lapangan pada malam hari, ketika sebagian besar tempat hiburan seharusnya menahan operasionalnya sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Di lokasi yang berada di sekitar akses menuju Jembatan Suramadu sisi Surabaya itu, beberapa warung tampak tetap membuka layanan seperti hari-hari biasa. Dari luar bangunan sederhana yang berderet di kawasan pesisir, suara musik terdengar cukup keras hingga larut malam. Sejumlah perempuan yang diduga sebagai pemandu lagu juga terlihat menemani pengunjung yang datang. Aktivitas tersebut berlangsung di beberapa warung yang berada di area yang dikenal sebagai tempat hiburan informal bagi para pengunjung malam.
Dari pengamatan di lokasi, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak silih berganti datang. Sebagian pengunjung terlihat keluar masuk warung yang lampunya masih menyala terang, sementara dentuman musik terus terdengar dari dalam.
Situasi ini menimbulkan sorotan karena berlangsung di tengah suasana Ramadan yang biasanya diiringi dengan peningkatan pengawasan terhadap tempat hiburan malam.
“Setiap malam masih ramai, ada musik juga. Sepertinya belum ada penertiban,” ujar salah satu pengunjung yang ditemui di sekitar lokasi dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga saat pantauan dilakukan, belum terlihat adanya kegiatan penertiban dari aparat terkait. Kondisi tersebut memunculkan penilaian dari sebagian warga bahwa aktivitas warung pangku di kawasan tersebut seolah masih berjalan tanpa pengawasan.
Padahal, setiap tahun pemerintah daerah biasanya menggelar operasi ketertiban selama bulan Ramadan, terutama terhadap tempat hiburan malam yang berpotensi mengganggu ketentraman masyarakat.
Sejumlah warga berharap pemerintah kota melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya dapat segera melakukan pengecekan langsung di lokasi. Jika ditemukan pelanggaran terhadap aturan operasional selama Ramadan, masyarakat meminta agar dilakukan penertiban secara tegas.
Langkah pengawasan dinilai penting untuk menjaga ketertiban umum serta menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci.

