Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Tak Punya Keterampilan Kerja, Jangan Datang Urbanisasi ke Surabaya
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Pemerintahan > Tak Punya Keterampilan Kerja, Jangan Datang Urbanisasi ke Surabaya
Pemerintahan

Tak Punya Keterampilan Kerja, Jangan Datang Urbanisasi ke Surabaya

Irman 3 years ago 32 Views
Kantor Disnaker kota Surabaya

SURABAYA-Sebagai kota besar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi salah satu tujuan urbanisasi masyarakat dari daerah. Mereka yang datang pun memiliki beragam maksud dan tujuan. Ada yang bertujuan untuk mengenyam pendidikan, berobat di rumah sakit hingga mencari lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Achmad Zaini mengatakan, fenomena urbanisasi pasca Lebaran biasa terjadi untuk mencari kerja. Namun demikian, ia juga mengimbau kepada warga yang tidak memiliki keterampilan supaya tidak datang mencari kerja di Surabaya.

“Mencari pekerjaan dan tenaga kerja di Surabaya apa saja ada, lowongan juga tersedia. Tapi saya mengimbau (warga Surabaya) jangan membawa saudaranya dari desa, apalagi kalau tidak cakap dan terampil bisa kalah dengan warga Surabaya,” kata Achmad Zaini, Sabtu (29/4/2023).

Menurut Zaini, sebetulnya lowongan pekerjaan atau peluang usaha itu tak hanya ada di kota besar seperti Surabaya. Namun di daerah asal warga tersebut tinggal, sebenarnya juga banyak tersedia. “Saya mengimbau jangan membawa (saudaranya) dari desa, karena di tempat asal sebetulnya masih banyak peluang, pasti ada peluang,” pesan dia.

Zaini membeberkan, bahwa di Kota Surabaya terdapat dua kesempatan kerja. Kedua kesempatan itu adalah peluang usaha dan lapangan kerja. Peluang usaha itu seperti di antaranya telah digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program padat karya.

DPD PSI Surabaya Takziah ke Rumah Duka Edy Suratno, Korban Kecelakaan Gondola saat Hujan Badai
Strategi Penguatan Pendidikan Vokasi, Disdik Jatim Gulirkan 5 Mobile Training Unit Terintegrasi
Hindari Penumpukan H-5, Dharma Lautan Utama Bongkar Strategi Diskon dan Armada Jumbo 20
Kemendagri Salurkan Bansos ke LRPPN-BI Surabaya, Dorong Sinergi Rehabilitasi dan Pemberantasan Narkotika di Jatim.
Perkuat Transparansi Desa, JAMINTEL Kukuhkan ABPEDNAS Jatim dan Mantapkan Program ‘Jaga Desa’

“Kalau usaha seperti yang dilakukan pemkot dan diteladani Pak Wali Kota, ada padat karya. Usahanya banyak, ada laundry, cuci mobil, jahit dan sebagainya. Tapi jangan salah kalau (saudara) yang dibawa dari desa bisa jadi belum terampil, karena warga Surabaya sudah dilatih dengan terampil,” ujarnya.

Selain peluang usaha, Zaini menyebut, kesempatan kerja di Kota Surabaya juga terbuka lebar. Bahkan, perusahaan yang tersedia di Surabaya jumlahnya mencapai 10 ribu lebih. Ribuan perusahaan itu pun menawarkan beragam jenis pekerjaan, mulai dari Human Resource Development (HRD), tekstil hingga untuk pekerja kasar.

“Itu semua sudah kita siapkan khusus Arek Suroboyo. Kemudian kita sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2023 bahwa perusahan di Surabaya sudah dikunci memprioritaskan warga Surabaya, khususnya warga sekitar,” jelasnya.

Untuk bisa bersaing mendapatkan pekerjaan di bidang tertentu, pastinya dibutuhkan keterampilan dan keahlian. Makanya, pemkot menyiapkan pelatihan kerja sesuai bakat dan minat warga Kota Surabaya. Dan bahkan, Disperinaker telah menyediakan ASSIK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) sebuah aplikasi berbasis website link and match yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan yang mencari karyawan.

“Penduduk Surabaya sudah siap dilatih, ada ASSIK. Artinya arek Surabaya dilatih sesuai keahlian dan minatnya. Seperti anak itu keahliannya ngelas, jangan dilatih administrasi, maka minatnya apa dilatih sesuai minat dan dicarikan pekerjaan,” katanya.

Menurut dia, pembekalan keterampilan dan keahlian yang diberikan pemkot kepada warganya, tentu akan lebih menyulitkan masyarakat dari daerah yang ingin mencari kerja di Surabaya. Oleh sebabnya, ia mengimbau kepada warga di daerah agar tidak datang mencari kerja ke Surabaya apabila tak memiliki keahlian.

“Mal semuanya juga sudah MoU (Memorandum Of Understanding ) dengan kita (pemkot) bahwa minimal 50 persen (pekerja) itu warga Surabaya termasuk tenant dan hotel. Kemudian di hotel juga, sandal di hotel digarap (dikerjakan) anak Surabaya, termasuk sepatu, handuk, laundry,” paparnya.

Oleh karenanya, Zaini kembali mengingatkan kepada warga dari daerah yang tak memiliki keterampilan kerja, agar tidak datang ke Kota Surabaya. Apalagi, warga Kota Surabaya sendiri telah dibekali keterampilan oleh pemkot dan siap untuk bekerja.

“Kalau tidak ada keterampilan jangan berani masuk Surabaya, karena Arek Surabaya sudah siap kerja. Di wilayah panjenengan (anda) pasti ada pekerjaan yang belum dikelola, yang InsyaAllah akan menghasilkan finansial yang mencukupi anda dan keluarga,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Pemkot Surabaya
Irman April 30, 2023
Previous Article Meriahkan HJKS ke-730, Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Pecinta Wisata Belanja Ramaikan Surabaya Shopping Festival
Next Article Pemkot Surabaya Fokus Tangani Kawasan Perkampungan Rawan Banjir
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

DPD PSI Surabaya Takziah ke Rumah Duka Edy Suratno, Korban Kecelakaan Gondola saat Hujan Badai

21 hours ago

Strategi Penguatan Pendidikan Vokasi, Disdik Jatim Gulirkan 5 Mobile Training Unit Terintegrasi

2 days ago

Hindari Penumpukan H-5, Dharma Lautan Utama Bongkar Strategi Diskon dan Armada Jumbo 20

3 days ago

Kemendagri Salurkan Bansos ke LRPPN-BI Surabaya, Dorong Sinergi Rehabilitasi dan Pemberantasan Narkotika di Jatim.

7 days ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?