Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Peringati HGN dan KORPRI, Pemkot Surabaya serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya hingga Upayakan Kesejahteraan Guru
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Pemerintahan > Peringati HGN dan KORPRI, Pemkot Surabaya serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya hingga Upayakan Kesejahteraan Guru
PemerintahanPendidikanSosial Budaya

Peringati HGN dan KORPRI, Pemkot Surabaya serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya hingga Upayakan Kesejahteraan Guru

Irman 1 year ago 59 Views
Pemkot Surabaya serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN), sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53, di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (25/11/2024). Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 11 guru inovatif di Kota Pahlawan, serta menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo kepada tiga orang ASN.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan, terdapat dua kegiatan yang digabungkan, yakni peringatan Hari Guru Nasional, dan HUT KORPRI ke-53. Para guru berprestasi dan inovatif mendapatkan penghargaan dari Pemkot Surabaya. Karena itu, ia berharap mereka bisa memotivasi para guru yang lain.

“Supaya bisa bersama-sama berinovasi, menjaga, dan memotivasi anak-anak di sekolah. Bukan hanya mengajar dan mendampingi, tetapi juga menunjukkan inovasi di bidang keterampilan akademis dan non akademis,” kata Ikhsan.

Selama ini, lanjut Ikhsan, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada para guru, baik guru sekolah negeri maupun swasta, serta memberikan insentif bagi guru swasta. Pemkot Surabaya juga menyiapkan sejumlah program untuk guru, salah satunya seperti beasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Selain itu, Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap para guru yang mengikuti ujian sertifikasi. Harapannya, semua guru di Kota Pahlawan dapat tersertifikasi. “Kami juga mendorong para guru untuk menyelesaikan ujian sertifikasi. Dengan bersertifikasi, menunjukkan para guru sudah mempunyai kemampuan dan kompetensi yang sesuai,” terangnya.

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung
Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik
Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua
Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius
Istri Korban Dugaan Kriminalisasi Polresta Sidoarjo Mengadu ke Komisi III DPR RI

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada para guru dan sekolah inovatif. Ke depan, baik pelajar, guru, kepala sekolah, maupun lembaga pendidikan bisa mendapat apresiasi atas keberhasilan inovasi mereka.

“Sedangkan, pada upaya kesejahteraan guru, diawali dari tertib administrasi. Mulai dari NUPTK (Nomor Unik pendidik dan Tenaga Pendidik), jam mengajar, dan sebagainya. Ke depan kalau sudah PPG maka bisa mendapatkan TPG (Tunjangan Profesi Guru). Pemkot Surabaya juga menyiapkan tunjangan kinerja bagi guru,” kata Yusuf.

Kemudian, dalam proses sertifikasi bagi guru swasta, alokasi yang dilakukan dimulai dari ketertiban administrasi para guru. Tak hanya itu saja, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga telah memfasilitasi para guru agama yang belum menyelesaikan PPG.

“Pak Wali Kota, Alhamdulilah memberikan fasilitas bagi guru-guru agama yang belum PPG. Lalu untuk yang non muslim sudah dikoordinasikan karena LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) jauh, semoga dapat difasilitasi dengan metode hybrid,” terangnya.

Di samping itu, menanggapi fenomena guru yang takut terhadap murid di media sosial, Dispendik Surabaya pun telah menyiapkan SOP proses belajar. Di antaranya, tidak diperbolehkan menggunakan kekerasan fisik maupun verbal kepada pelajar. Apabila ada persoalan dengan pelajar di sekolah, para guru diimbau dapat diselesaikan dengan musyawarah dengan warga sekolah.

“Dispendik berencana akan mencoba mengajukan rencana Perwali Perlindungan Guru. Kita siapkan, termasuk keamanan, kenyamanan para guru. Saat ini, belum penyusunan, mudahan-mudahan tahun depan. Saya koordinasikan dengan teman-teman OPD dan menggandeng perguruan tinggi, akademisi dan praktisi,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Pemkot Surabaya
Irman November 25, 2024
Previous Article Kemenkumham Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Next Article Polisi Bongkar Bunker Narkoba di Kampung Kunti, Amankan 1 Kg Sabu dan Tangkap Bandar
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung

5 hours ago

Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik

1 week ago

Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua

1 week ago

Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius

2 weeks ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?