Malang,Seputarindonesia.net – Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi kembali ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dengan melepas langsung lima Mobile Training Unit (MTU) dalam rangka Pelatihan Kompetensi Vokasi bagi siswa SMK/SMA MILEA Angkatan I Tahun 2026.
Sebelum prosesi pelepasan, Aries melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lima unit MTU bersama Kepala UPT PTKK. Pemeriksaan meliputi kesiapan sarana, kelengkapan peralatan, hingga standar mutu pelatihan pada lima fokus kompetensi, yakni Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU)/Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Programmable Logic Controller (PLC), fotografi, serta videografi.
Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam memastikan setiap pelatihan berjalan sesuai standar industri. Sentuhan langsung pimpinan di lapangan dinilai penting untuk menjaga mutu program sekaligus memastikan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar berbasis praktik yang optimal.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi. Kami ingin siswa memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia industri,” ujar Aries.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis MTU dirancang agar fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Perubahan di dunia industri sangat cepat. Karena itu, sekolah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan. MTU ini menjadi jembatan agar siswa bisa merasakan langsung praktik dengan peralatan standar industri,” tegasnya.
Program pelatihan akan berlangsung di lima sekolah, yaitu SMKN 10 Malang untuk kompetensi TSM, SMKN 6 Malang untuk TPTU/TITL, SMKN 9 Malang untuk PLC/Otomasi Industri, SMKN 11 Malang untuk fotografi, serta SMKN 7 Malang untuk videografi.
Menurut Aries, pemusatan di Malang juga bertujuan membangun kolaborasi antarsekolah.
“Kami ingin tercipta ekosistem vokasi yang saling menguatkan. Sekolah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling berbagi sumber daya, pengalaman, dan inovasi pembelajaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha.
“Anak-anak kita harus percaya diri dengan keterampilannya. Mereka harus menjadi generasi yang produktif, kreatif, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Selain memperkuat kompetensi siswa, program MTU juga menjadi bentuk dukungan berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik. Peralatan yang dibawa melalui unit MTU memungkinkan sekolah mendapatkan akses teknologi terbaru tanpa harus menunggu pengadaan permanen.
“Guru juga harus terus belajar dan beradaptasi. Ketika guru berkembang, maka kualitas pembelajaran otomatis meningkat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” pungkas Aries.
Melalui program ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimistis dapat mendorong lahirnya generasi muda yang terampil, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, pada 2026 lima MTU dipusatkan di Kota Malang agar pelaksanaan program lebih terintegrasi dan berdampak luas. Pemusatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran vokasi yang solid dan saling terhubung antar-sekolah.

