Surabaya,Seputarindonesia.net – Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, kembali menegaskan sikap organisasinya terkait rencana kehadiran Rizieq Shihab dalam kegiatan bertajuk Tabligh Akbar dan Istighosah untuk Palestina di Lapangan Pegantenan, Pamekasan.
Dalam keterangannya, Gus Wal meminta aparat keamanan, khususnya Kepolisian Resor Pamekasan dan Kepolisian Daerah Jawa Timur, mempertimbangkan secara serius aspek keamanan dan ketertiban masyarakat sebelum memberikan izin kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jawa Timur yang dikenal sebagai wilayah religius dengan basis masyarakat tradisionalis yang kuat dan toleran, harus tetap dijaga dari potensi gesekan sosial yang dapat mengganggu persatuan dan kebhinekaan.
“Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang religius sekaligus rukun. Jangan sampai stabilitas itu terganggu oleh kehadiran figur yang rekam jejaknya kerap memicu polemik,” ujar Gus Wal.
PNIB juga menyoroti isu Palestina sebagai persoalan kemanusiaan global yang seharusnya menjadi ruang persatuan seluruh elemen masyarakat, bukan dimanfaatkan sebagai panggung untuk membangun kembali pengaruh tokoh tertentu yang dinilai berpotensi memunculkan perpecahan.
Lebih lanjut, Gus Wal menegaskan bahwa langkah penolakan izin ataupun pencegahan bukan dimaksudkan untuk membatasi kegiatan dakwah, melainkan sebagai bentuk upaya preventif negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.
“Ini bukan soal melarang dakwah, tapi soal menjaga ruang publik agar tidak disusupi agenda yang berpotensi memecah belah. Negara harus hadir sebelum konflik itu terjadi, bukan setelah terjadi konflik,” tegasnya.
PNIB turut mengingatkan bahwa Front Pembela Islam telah dibubarkan pemerintah, sehingga segala bentuk upaya menghadirkan kembali simbol maupun tokoh yang identik dengan organisasi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan kewaspadaan.
Di sisi lain, PNIB mendorong agar kegiatan keagamaan seperti istighosah dan tabligh akbar tetap berjalan dengan menghadirkan tokoh-tokoh ulama yang mampu memperkuat persatuan, menjaga kesejukan, serta mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.
“Kalau tujuannya murni untuk Palestina, maka seharusnya yang dihadirkan adalah figur pemersatu, bukan yang membawa beban konflik masa lalu. Jaga bangsa, bela negara, lestarikan tradisi budaya nusantara, tolak intoleransi, khilafah, radikalisme, anarkisme, terorisme, serta jangan pernah biarkan HTI, PKI, maupun TPI bangkit lagi,” pungkas Gus Wal.

