SURABAYA, Seputarindonesia.net – Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui edukasi dan penguatan peran masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi bahaya adiksi yang digelar Yayasan Omah Sehat Bersinar (OSB) bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya di Balai RW VI, Banyu Urip Wetan, Surabaya, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan Karang Taruna dari RT 01 hingga RT 09 di lingkungan RW VI Banyu Urip Wetan. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya adiksi, faktor risiko, serta pentingnya pencegahan penyalahgunaan NAPZA sejak dini.
Tim Yayasan Omah Sehat Bersinar, Alexander, mengatakan bahwa edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap ancaman adiksi dan penyalahgunaan NAPZA.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan terhadap individu yang telah mengalami ketergantungan. Dukungan keluarga, kepedulian masyarakat, serta keterlibatan generasi muda juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya adiksi dan risiko penyalahgunaan NAPZA. Kami juga mendorong Karang Taruna agar berperan aktif dalam menyebarkan edukasi serta membangun lingkungan yang peduli terhadap upaya pencegahan narkoba,” ujar Alexander.
Ia menegaskan, adiksi bukan semata-mata persoalan individu, melainkan persoalan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Karena itu, pemahaman yang benar mengenai adiksi diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko lebih awal dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Keterlibatan Karang Taruna dari sembilan RT dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Sebagai bagian dari masyarakat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda, Karang Taruna dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kepedulian, membangun pergaulan yang positif, serta mendorong keberanian untuk menolak ajakan yang berisiko terhadap penyalahgunaan NAPZA.
Melalui kolaborasi antara Yayasan Omah Sehat Bersinar dan BNNK Surabaya, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang terbuka, suportif, dan tidak abai terhadap persoalan adiksi.
Alexander berharap, edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diteruskan melalui kepedulian dan tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Kami berharap para pemuda tidak hanya memahami bahaya adiksi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak di lingkungannya. Generasi muda perlu berani mengambil sikap, saling mengingatkan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat serta bebas dari penyalahgunaan NAPZA,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, OSB bersama BNNK Surabaya mendorong penguatan peran generasi muda sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kesadaran sejak dini, dukungan lingkungan, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam melindungi generasi muda dari bahaya adiksi.
Editor : Bcl