Mau Mudik Nataru Lebih Hemat? PELNI Pangkas Tarif Tiket 30 Persen

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Reporter : HBSI

SURABAYA, Seputarindonesia.net – Kabar baik bagi masyarakat yang berencana mudik maupun berlibur menggunakan transportasi laut saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan diskon tiket kapal penumpang sebesar 30 persen dari tarif dasar melalui program stimulus pemerintah.

Program ini berlaku untuk keberangkatan mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pemerintah menyiapkan kuota diskon secara nasional sebanyak 414.630 penumpang, sehingga masyarakat diimbau segera merencanakan perjalanan agar tidak kehabisan kesempatan menikmati potongan harga tersebut.

Penjualan tiket dengan tarif diskon telah dibuka sejak 18 Oktober 2026. Masyarakat dapat melakukan pembelian melalui seluruh kanal penjualan resmi PT PELNI (Persero).

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Surabaya, Roni Abdullah, mengatakan program diskon ini menjadi upaya pemerintah untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi selama libur akhir tahun.

“Momentum Natal dan Tahun Baru biasanya diikuti peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat. Melalui diskon 30 persen ini, kami berharap masyarakat bisa bepergian dengan biaya yang lebih terjangkau. Kami mengimbau calon penumpang segera merencanakan perjalanan dan membeli tiket melalui kanal resmi PELNI sebelum kuota diskon habis,” ujar Roni.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mencermati ketentuan program agar tidak keliru saat melakukan pembelian tiket. Diskon berlaku khusus untuk tiket kelas ekonomi pada seluruh trayek kapal penumpang PELNI, dengan potongan yang dihitung berdasarkan tarif dasar.

“Perlu diperhatikan, diskon 30 persen ini bukan berarti seluruh komponen biaya perjalanan ikut dipotong. Potongan hanya berlaku pada tarif dasar, sedangkan biaya asuransi dan pas masuk pelabuhan tidak termasuk dalam program. Karena itu, calon penumpang sebaiknya memeriksa rincian biaya sebelum menyelesaikan pembelian,” jelasnya.

Roni menegaskan, masyarakat tidak sebaiknya menunggu hingga mendekati hari keberangkatan untuk membeli tiket. Pasalnya, kuota diskon ditetapkan berdasarkan alokasi anggaran pemerintah dan dapat habis sebelum masa program berakhir.

“Jangan sampai sudah memiliki rencana perjalanan, tetapi justru kehilangan kesempatan mendapatkan harga diskon karena terlambat membeli tiket. Selama kuota masih tersedia dan jadwal keberangkatan memenuhi ketentuan program, masyarakat dapat memanfaatkan stimulus ini melalui kanal penjualan resmi,” tegas Roni.

Program stimulus tarif transportasi laut tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor PJ-MHB 7 Tahun 2026, Nomor 145 Tahun 2026, dan Nomor 298 Tahun 2026 tertanggal 5 Juni 2026.

Pelaksanaannya juga menindaklanjuti surat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut tertanggal 18 Oktober 2026 mengenai stimulus diskon tarif transportasi laut untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Apabila kuota diskon yang bersumber dari pagu anggaran pemerintah telah habis sebelum 10 Januari 2027, pembelian tiket selanjutnya akan kembali dikenakan tarif normal.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap transportasi laut semakin terjangkau bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman, mengunjungi keluarga, berwisata, maupun melakukan perjalanan antarpulau selama libur Nataru.

PELNI pun mengimbau calon penumpang memastikan jadwal keberangkatan, memeriksa ketersediaan tiket, serta melakukan transaksi melalui kanal resmi agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru