Surabaya,Seputarindonesia.net – PT Dharma Lautan Utama mulai mematangkan persiapan angkutan mudik Lebaran 2026 jauh hari sebelum puncak arus penumpang. Sejak 3 Desember 2025, manajemen telah menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh aspek layanan berjalan optimal.
Direktur Usaha dan Operasional PT DLU, Rahmatika Ardianto, menegaskan langkah percepatan ini sengaja dilakukan agar persiapan lebih matang dan kekurangan bisa segera diantisipasi.
“Rapat koordinasi sudah kami mulai sejak 3 Desember 2025. Kami sengaja melakukan lebih awal supaya seluruh persiapan bisa lebih baik dan setiap kekurangan dapat segera diperbaiki,” ujar Rahmatika.
Dalam rapat tersebut, manajemen membahas sejumlah poin krusial, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), kondisi kapal, hingga pengaturan jadwal dan pelayanan selama masa angkutan Lebaran. Untuk Lebaran 2026, DLU memastikan akan mengoperasikan 49 armada kapal, terdiri dari:
23 kapal angkutan laut,
23 kapal angkutan penyeberangan,
serta 3 kapal perintis.
“Insya Allah kami berpartisipasi dengan 49 armada kapal. Kesiapan kapal dan kru menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” jelasnya.
DLU juga telah merilis jadwal pelayaran sejak awal Januari 2026. Masyarakat sudah dapat mengakses jadwal dan melakukan pembelian tiket hingga periode H+ Lebaran. Sebagai strategi mengurai kepadatan, DLU sempat memberikan diskon 10 persen pada hari pertama puasa, berlaku dari H-30 hingga H-20 selama 10 hari.
“Tujuan kami memberikan diskon adalah agar masyarakat membeli tiket lebih awal. Kami ingin meratakan arus penumpang supaya tidak menumpuk di H-5 seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Rahmatika.
Berdasarkan data penjualan online sementara, tiket angkutan Lebaran telah terjual sekitar 50 hingga 60 persen.DLU mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui akun media sosial yang mengatasnamakan perusahaan. Rahmatika menyebut, maraknya akun palsu di Google maupun media sosial seperti Instagram dan TikTok telah memicu banyak laporan penipuan.
“Kami tidak menjual tiket melalui akun media sosial. Pembelian hanya melalui aplikasi resmi, kantor cabang, loket resmi, dan agen yang ditunjuk. Jangan sampai masyarakat tertipu akun palsu,” tegasnya.
Selain itu, calon penumpang juga diminta mematuhi aturan keberangkatan, termasuk ketentuan waktu kedatangan kendaraan pribadi minimal enam jam sebelum jadwal kapal berangkat.
Menurut Rahmatika, kendaraan pribadi memiliki penempatan khusus di kapal. Jika sudah ditutup, kendaraan yang datang terlambat tidak dapat dimasukkan.
“Aturan ini demi keselamatan dan kelancaran. Jangan sampai datang terlambat lalu memprotes karena kendaraan tidak bisa masuk,” imbuhnya.
Untuk lintasan penyeberangan, dua rute yang diprediksi paling padat adalah Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk. Pemerintah bahkan telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) khusus guna mengatur pengalihan kendaraan barang ke pelabuhan penunjang di periode tertentu.
DLU memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

