Jakarta,Seputarindonesia.net – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, ID FOOD, segera menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini merupakan respons cepat perusahaan untuk memastikan ketersediaan pangan darurat di lokasi bencana. Bantuan yang dikirimkan mencakup komoditas pangan esensial seperti beras, telur, gula pasir, minyak goreng, serta mi instan, yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan akses.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, menyatakan bahwa langkah penyaluran ini adalah wujud kepedulian dan komitmen perusahaan sebagai BUMN Pangan.
“Bencana ini terjadi secara masif dan memberikan dampak yang sangat luas. Kondisi ini membuat kebutuhan pangan masyarakat harus segera dipenuhi. Karena itu, ID FOOD hadir untuk mendukung pasokan pangan bagi warga terdampak maupun tim relawan selama masa pemulihan,” ujar Yosdian di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Penyaluran bantuan ini dikerahkan melalui jaringan luas anak perusahaan dan cabang ID FOOD Group yang memang beroperasi di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Yosdian berharap, upaya kolaboratif ini dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini masih menghadapi keterbatasan akses pangan akibat bencana alam tersebut.
Bantuan yang disalurkan hari ini, lanjutnya, adalah gelombang pertama. Perusahaan akan menyalurkan bantuan lanjutan secara bertahap, baik secara mandiri maupun melalui skema kolaborasi.
“Penyaluran akan dilakukan bertahap dengan total sekitar 1.500 hingga 2.000 paket sembako yang akan disebar di sejumlah titik. Kami mengerahkan 15 anak perusahaan ID FOOD Group untuk berkolaborasi dan berkontribusi memberikan bantuan bagi korban bencana Aceh dan Sumatera,” terangnya.
Di sisi lain, Yosdian juga mengungkapkan bahwa bencana banjir turut berdampak pada sejumlah karyawan dan fasilitas kantor perwakilan ID FOOD Group, termasuk kantor cabang dan gudang penyimpanan.
“Kondisi ini menjadi perhatian perusahaan dalam memastikan dukungan internal dan eksternal dapat berjalan dengan baik. Bantuan kepada karyawan yang terdampak juga kami salurkan sebagai bentuk perhatian perusahaan,” imbuhnya.
Meskipun demikian, Yosdian memastikan bahwa kerusakan pada fasilitas perdagangan dan distribusi ID FOOD tidak akan mengganggu kegiatan operasional dan pelayanan perusahaan secara keseluruhan.
“Kami terus melakukan upaya pemulihan. Kegiatan distribusi dan perdagangan pangan tetap berjalan karena aktivitas tersebut sangat penting selama proses recovery pasca bencana,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Yosdian menegaskan komitmen ID FOOD untuk terus memperkuat peran BUMN Pangan dalam merespons cepat situasi kebencanaan, dengan menyediakan bantuan pangan yang aman, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terdampak.

