Surabaya,Seputarindonesia.net — Kabar duka menyelimuti kancah politik Jawa Timur. Kusnadi, politisi senior PDI Perjuangan yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur periode 2019–2024, telah meninggal dunia hari ini, Selasa (16/12/2025).
Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 14.01 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Kabar duka ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh kuasa hukum almarhum, Harmawan H Adam. “Iya benar, Pak Kusnadi klien kami meninggal pukul 14.01 WIB di RS,” ujar Adam ketika dihubungi awak media.
Sebelum meninggal, Kusnadi diketahui telah berjuang melawan penyakit berat. Ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena menderita kanker kelenjar getah bening (limfoma) dan penyakit autoimun, yang mengharuskannya menjalani kemoterapi secara rutin. Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan (PPUU) DPRD Jatim, Aulia RO, turut mengonfirmasi kepergian Almarhum sekaligus menyampaikan rencana pemakaman.
“Beliau meninggal di Rumah Sakit, dan rencananya akan dikebumikan di TPU di Sedati (Sidoarjo),” terang Aulia RO, membenarkan bahwa jenazah akan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sedati, Sidoarjo, untuk dikebumikan.
Karir Politik yang Berujung Antiklimaks
Kusnadi dikenal sebagai tokoh yang merakyat. Ia merupakan lulusan S-1 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1986) dan S-2 Universitas Gadjah Mada (1995). Karir politiknya mencapai puncak dengan menjabat sebagai Ketua DPRD Jatim. Meskipun demikian, perjalanan politiknya di akhir masa jabatan harus berujung antiklimaks. Namanya sempat terjerat dalam perkara dana hibah menyusul keterlibatan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dalam kasus yang sama, sebuah babak yang menjadi sorotan publik.Kepergian Kusnadi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan di PDI Perjuangan, dan seluruh elemen di DPRD Jawa Timur.

