Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Menuju Kota Layak Anak Dunia, Pemkot Lengkapi 38 Taman Aktif di Surabaya dengan Perabot Bermain
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Hiburan > Menuju Kota Layak Anak Dunia, Pemkot Lengkapi 38 Taman Aktif di Surabaya dengan Perabot Bermain
HiburanLiburanPemerintahan

Menuju Kota Layak Anak Dunia, Pemkot Lengkapi 38 Taman Aktif di Surabaya dengan Perabot Bermain

Irman 1 year ago 55 Views
Pemkot Lengkapi 38 Taman Aktif di Surabaya dengan Perabot Bermain

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan Kota Ramah Anak. Salah satunya adalah, menyiapkan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang aman dan nyaman di Kota Pahlawan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, pada saat ini hampir semua taman aktif di Surabaya sudah dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak. DLH Surabaya mencatat, kurang lebih ada 38 taman aktif yang sudah dilengkapi fasilitas perabot bermain untuk anak.

“Hampir semua taman aktif itu ada (perabot bermainnya), total 38. Akan tetapi, yang sudah diaudit kemudian melalui proses untuk dinyatakan sebagai ramah anak baru dua yang diajukan tahun ini, dan sudah melalui proses administrasi serta peninjauan lapangan,” kata Myrna, Selasa, (312/2024).

Myrna menjelaskan, ada dua taman yang diajukan Pemkot Surabaya ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI agar memenuhi standar RBRA. Dua taman yang telah diajukan itu diantaranya adalah, Taman Cahaya dan Taman Flora.

“Sudah melalui proses administrasi dan peninjauan lapangan, jika sudah ditetapkan, nantinya (dua taman itu) akan mendapatkan Anugerah RBRA yang paripurna, nah itu paling tinggi tingkatannya,” jelas Myrna.

Gubenur Khofifah Lepas 16 KK Transmigran Jatim: Bukan Sekadar Pindah, Tapi Ikhtiar Bangun Masa Depan Bangsa
Kusnadi, Eks Ketua DPRD Jatim Tutup Usia, Sempat Berjuang Melawan Kanker
Portival Nusantara 2025 Diproyeksi Jadi Lokomotif Inovasi UMKM Surabaya
Kemenko PM Perkuat Pentahelix: Dorong UMKM dan SMK Go Global
SIAGA PENUH! Pelni Surabaya Kerahkan Armada Maksimal, Siap Angkut Ribuan Penumpang Nataru.

Sejauh ini, Myrna menyebutkan, pemkot melalui DLH telah melakukan berbagai upaya agar taman bermain di Surabaya memenuhi standar RBRA. Syarat yang pertama adalah, fasilitas taman harus bisa digunakan secara gratis oleh masyarakat. Karena, sesuai dengan peraturan Kemen PPPA, taman dan fasilitas atau ruang bermain untuk anak itu harus gratis.

Di samping itu, juga ada berbagai persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh Pemkot Surabaya. Dirinya menerangkan, ada 13 aspek persyaratan yang wajib dilengkapi, diantaranya adalah aspek kenyamanan, lokasi, keamanan, hingga pencahayaan.

“Nah, dari 13 aspek itu kalau di-breakdown lagi, ada 132 sub persyaratan yang harus dilengkapi. Misal, dari aspek keamanan itu dari sisi perabotnya, kemudian dilihat dari sisi sekelilingnya apakah ada pagar atau tidak, dekat dengan saluran atau tidak, banyak itu (syaratnya). Nah, kita harus memenuhi itu agar mendapatkan penganugerahan itu,” papar Myrna.

Selain itu, sambung Myrna, aspek akses masuk menuju ke taman juga menjadi penilaian Kemen PPPA. Dia menjelaskan, alasan dua taman tersebut yang diajukan ke Kemen PPPA, karena hanya memiliki satu akses pintu masuk.

Ia mencontohkan, tidak seperti Taman Bungkul yang memiliki banyak akses pintu masuk, Taman Cahaya dan Taman Flora hanya ada satu akses pintu masuk dan keluar. “Sebetulnya ingin juga mendaftarkan Taman Bungkul dan Taman Apsari, tapi kan itu tidak ada pagarnya semua, dari semua sisi bisa masuk. Karena ini persyaratannya rumit dan detail,” sebutnya.

Bukan hanya akses masuk ke dalam taman, ia menyampaikan, untuk Surabaya menuju Kota Layak Anak Dunia, pemkot juga berupaya meningkatkan fasilitas perabot mainan di taman aman bagi anak. “Jadi bukan berarti, jika tidak mendapat sertifikat (RBRA) itu tidak layak anak, kami juga berupaya semua (fasilitas) di taman aktif, mulai mainan, perabot itu ramah anak. Contohnya, tidak boleh ada yang berlubang, seperti itu, nah itu tidak kita biarkan begitu saja,” sampainya.

Ia menjelaskan, selama ini pemkot melalui DLH juga rutin melakukan perawatan hingga menjaga keamanan seluruh taman aktif di Surabaya. Setiap taman aktif di Surabaya memiliki koordinator lapangan yang melakukan pemantauan, baik itu dari segi administrasi hingga fasilitas taman.

Selain itu, di taman aktif juga terdapat petugas pelaksana lapangan, yang setiap harinya merawat tanaman hingga membersihkan area taman. Di samping itu, juga ada petugas Linmas yang berkeliling setiap waktu untuk memastikan keamanan area taman.

“Jadi petugas tidak hanya di pintu masuk keluar saja, tapi mereka keliling. Mereka memastikan apakah ada orang yang merokok, pacaran, berbuat asusila, membawa minuman keras, membuang sampah sembarangan, atau memastikan apakah ada mainan yang digunakan oleh orang dewasa atau tidak. Nah, itu kita tegur,” jelasnya.

Selain itu, DLH juga ingin membuat taman aktif di Surabaya menjadi lebih edukatif ke depannya. Misal, lanjut dia, setiap taman aktif akan dilengkapi dengan pengetahuan soal nama-nama tanaman.

Dengan begitu, ketika anak-anak Surabaya berada di taman tidak hanya sekadar bermain, akan tetapi juga bisa belajar. Dirinya berharap, upaya-upaya yang dilakukan itu bisa mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Dunia dan meraih sertifikasi RBRA ke depannya.

“Harapannya tiap tahun kita tambah, setiap harus ada yang disertifikasikan (RBRA). Kita juga berkolaborasi dengan dinas lain, seperti Dispusip Surabaya, kalau ada perbaikan toilet untuk anak dan jalur disabilitas kami berkoordinasi dengan DPRKPP dan DSDABM, kalau kita sendiri tidak mungkin bisa selesai,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Pemkot Surabaya
Irman December 3, 2024
Previous Article Bus Sekolah Surabaya Layani 5.665 Siswa Selama November 2024
Next Article Masyarakat Surabaya Kecewa, Laporan Dugaan Pelanggaran ITE Terkait Pemilu Ditolak Polisi dan Bawaslu
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

Gubenur Khofifah Lepas 16 KK Transmigran Jatim: Bukan Sekadar Pindah, Tapi Ikhtiar Bangun Masa Depan Bangsa

5 hours ago

Kusnadi, Eks Ketua DPRD Jatim Tutup Usia, Sempat Berjuang Melawan Kanker

10 hours ago

Portival Nusantara 2025 Diproyeksi Jadi Lokomotif Inovasi UMKM Surabaya

2 days ago

Kemenko PM Perkuat Pentahelix: Dorong UMKM dan SMK Go Global

6 days ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?