Pengamen Gagal Masukkan Tepak Makan Isi Sabu ke Lapas Malang

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengamen yang mencoba selundupkan narkoba
Pengamen yang mencoba selundupkan narkoba

i

MALANG– Petugas Lapas I Malang menggagalkan aksi pengamen yang hendak menyelundupkan diduga narkotika jenis sabu, Rabu (15/ 2). Palaku berinisial AF itu pun merengek minta dibebaskan.

“Merengek karena ingat anaknya yang berumur satu bulan, minta dipulangkan karena mau ada acara selapanan di rumahnya,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Imam Jauhari.

Melihat rengekan tersebut, petugas sebenarnya ibah. Namun, barang bukti yang dibawa AF cukup besar.

“Setelah ditimbang, berat sabu-sabu tersebut 16,6 Gram,” lanjut Imam.

Akhirnya, petugas menyerahkan AF ke penyidik Polresta Malang. Pria 20 tahun itu pun saat ini diperiksa intensif sebagai pengembangan kasus.

“Kami tegaskan tak akan mentolerir segala bentuk peredaran gelap narkotika, apalagi yang berupaya diselundupkan ke dalam lapas atau rutan,” tegas Imam.

Sementara itu, Kalapas Malang Heri Azhari menjelaskan bahwa penggagalan itu bermula saat dilakukan pemeriksaan barang dan makanan yang dilakukan Petugas pemeriksaan Barang dan Makanan. Saat dilakukan pemeriksaan oleh Petugas ditemukan sesuatu yang mencurigakan pada tempat makanan berupa ayam, tempe dan tahu goreng.

“Dibawah tempat makanan ditemukan diduga narkoba jenis sabu-sabu dalam plastik klip,” urai Heri.

Heri menyebutkan bahwa AF mengaku hanya dititipi oleh seorang tak dikenal. Pria yang sehari-harinya menjadi pengamen di perempatan dan traffic light daerah Sulfat, dititipi oleh pengendara mobil.

“Dia diiming-imingi imbalan uang Rp. 100 ribu,” terang Heri.

Namun, lanjut Heri, AF jga mengaku bahwa selama ini dirinya juga menjadi penyalahguna narkoba.

“Tadi kami tanya, ternyata dia ngaku kalau habis mengkonsumsi sabu, selanjutnya kami serahkan ke petugas kepolisian untuk pendalaman,” pungkas Heri. (*)

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Penunggang Demo di Grahadi, 11 Orang Diamankan Sebelum Aksi Berakhir…

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan…

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim…

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji…

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

TTL memperkuat konektivitas internasional melalui CSE Service dan SCJX Service serta 25 kunjungan kapal nonreguler hingga September 2026.…

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…