Wali Siswa Terpaksa Beli Seragam Marlena dan Sakera Pamekasan

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seragam Marlena dan Sakera Pamekasan
Seragam Marlena dan Sakera Pamekasan

i

PAMEKASAN- Wali Siswa Merasa Terpaksa Membeli Seragam Marlena Dan Sakera untuk anaknya ,walaupun tidak mampu karena kalau anak saya tidak dibelikan maka seakan-akan dia dikesampingkan, tidak diperhatikan, dan anak saya malu terhadap teman-temannya.

Ansori selaku wali siswa SDN di lingkungan Kabupaten Pamekasan merasa terbebani oleh adanya surat edaran yang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan untuk membeli seragam marlena dan sakera.

Walaupun hanya surat anjuran untuk memakai pakaian adat bagi orang yang mampu dan bagi yang tidak mampu menggunakan pakaian batik biasa namun kenyataannya seakan menjadi wajib bagi orang tua karena sudah ditekan sama anak-anaknya dan tidak boleh tidak kami selaku orang tua harus membeli sesuai permintaan anak.

Disisi lain Dodi juga menyampaikan keluhan dan beban yang sama pada teman-teman media yang tergabung dalam KJJT Pamekasan, bahwa saya selaku orang harus juga melihat mental anak saya kalau misalnya tidak dibelikan seragam marlena ataupun sakera.

Dengan keadaan terpaksa dia juga harus membeli walaupun menguras kantong, karena harganya cukup mahal dan jarang barangnya di pasar-pasar tradisional Kabupaten Pamekasan.

Kenapa harus memakai seragam Marlena atau Sakera, kan masih banyak baju-baju tradisional yang lain. Ini kan hanya menyambut hari jadi Kabupaten Pamekasan yang ke 493 di tahun 2023.

"Peringatan hari jadi Kabupaten Pamekasan Hebat tahun 2023 kali ini sangat sepi dimanakah Kabupaten Pamekasan Hebat nya ,hilang juga ketika sang Bupati Baddrut Tamam hengkang dari jabatannya atau berganti pemimpin baru, walaupun hanya sekedar PJ. Bupati Kabupaten Pamekasan, namun hanya bagi sekolah-sekolah yang nampak sangat meriah," tutupnya. (ysr)

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Penunggang Demo di Grahadi, 11 Orang Diamankan Sebelum Aksi Berakhir…

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan…

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim…

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji…

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

TTL memperkuat konektivitas internasional melalui CSE Service dan SCJX Service serta 25 kunjungan kapal nonreguler hingga September 2026.…

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…