Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Peraih Piagam Adiwiyata dan Proklim Menjadi Mentor Sekolah dan Kampung di Surabaya
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Pemerintahan > Peraih Piagam Adiwiyata dan Proklim Menjadi Mentor Sekolah dan Kampung di Surabaya
PemerintahanPendidikanPeristiwa

Peraih Piagam Adiwiyata dan Proklim Menjadi Mentor Sekolah dan Kampung di Surabaya

Irman 3 years ago 51 Views
Peraih Piagam Adiwiyata

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan piagam Penganugerahan Adiwiyata tahun 2023 dan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2022, di Graha Sawunggaling, Jumat (21/7/223). Penganugerahan ini diberikan kepada 74 penerima kategori Sekolah Adiwiyata, 1 kelurahan kategori Proklim Lestari, 9 kelurahan kategori Proklim Utama, dan 2 kelurahan untuk kategori Proklim Madya, dan 1 pembina Proklim.

Penyerahan piagam penganugerahan ini, disaksikan dan diberikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, sekolah dan kampung yang berhasil meraih piagam penganugerahan ini diharapkan bisa menjadi contoh sekaligus mentor bagi sekolah dan kampung lainnya.

“Jadi satu orang memegang beberapa perkampungan. Bukan hanya menjadi mentor saja, kalau sudah menjadi mentor juga harus ada anggaran untuk menjadikan mereka sebagai dosennya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut Wali Kota Eri Cahyadi membangun Kota Surabaya bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, atau dari atas ke bawah (top down). Akan tetapi membangun kota ini juga bisa dari bawah ke atas melalui gotong royong warganya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan pesan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk mendukung program Adiwiyata dan Proklim. “Kalau sudah bicara Adiwiyata, saya minta seluruh sekolah, khususnya sekolah negeri, supportnya harus ikut, karena apa? Ini akan mengubah cara berpikirnya anak-anak kita. Maka akan timbul rasa cinta terhadap lingkungan dan gotong royong,” ujar Wali Kota Eri.

Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua
Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius
Istri Korban Dugaan Kriminalisasi Polresta Sidoarjo Mengadu ke Komisi III DPR RI
Halal Bihalal Pengadilan Tinggi Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Integritas Aparat Peradilan
“ART FOR FREEDOM”, Suara Sunyi Seniman Surabaya Menggema dari Kanvas Perlawanan Elegan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan, dari tahun 2009-2023 Pemkot Surabaya memiliki 367 sekolah Adiwiyata. Terdiri dari 271 Sekolah Adiwiyata tingkat kota, 44 Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, 18 Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, dan 34 Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri.

Kepala DLH yang akrab dengan sapaan Hebi itu mengungkapkan, di Kota Surabaya masih ada sekolah yang belum masuk kriteria Adiwiyata. Totalnya, ada 845 sekolah yang terdiri dari 409 SD, 272 SMP, 158 Madrasah Ibtidaiyah (Mi), dan 56 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. Karena kita lambat dalam Adiwiyata ini, sehingga di tahun 2022 kami mengikuti instruksi Wali Kota No.3 tahun 2022 tentang pengembangan Sekolah Adiwiyata, alhamdulillah di tahun 2023 ada 74 sekolah yang lolos Adiwiyata,” ungkap Hebi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh berharap, semakin banyak sekolah yang ikut Adiwiyata tahun di mendatang. Menurutnya, Adiwiyata adalah bagian dari pembelajaran penting bagi siswa-siswi SD-SMP di Kota Surabaya.

Yusuf juga mendorong para guru untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada para siswa siswi di Kota Surabaya, untuk peduli terhadap lingkungan di sekolahnya masing-masing. “Harapan kami terus memotivasi, SMP swasta pun juga bisa berpartisipasi. Untuk apa? Ya pembelajaran anak-anak juga, di kurikulum merdeka pun bisa dikondisikan juga sesuai dengan minat anak-anak, misal masalah lingkungan, penelitian, dan olahraga. Tentu akan kita tingkatkan terus,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Pemkot Surabaya
Irman July 21, 2023
Previous Article Cegah Stunting, Pemkot Surabaya dan PKK Gelar Lomba Cipta Menu Makanan Sehat
Next Article Ringankan Beban Duka, Pansus Revisi Biaya Kremasi Jenazah
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua

2 days ago

Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius

7 days ago

Istri Korban Dugaan Kriminalisasi Polresta Sidoarjo Mengadu ke Komisi III DPR RI

1 week ago

Halal Bihalal Pengadilan Tinggi Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Integritas Aparat Peradilan

2 weeks ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?