Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Wali Kota Eri Cahyadi Beberkan Penanganan Stunting Di Depan Megawati Dan Menkes
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Kesehatan > Wali Kota Eri Cahyadi Beberkan Penanganan Stunting Di Depan Megawati Dan Menkes
KesehatanPemerintahan

Wali Kota Eri Cahyadi Beberkan Penanganan Stunting Di Depan Megawati Dan Menkes

Irman 3 years ago 80 Views
Wali kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membeberkan program penanganan stunting di forum nasional yang digelar lintas kementerian/lembaga di Jakarta, Kamis (16/2/2023). Forum itu bertajuk “Kick Off Meeting Pancasila dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, KDRT, dan Mengantisipasi Bencana.”

Forum itu dihadiri Presiden ke-5 RI dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Prof Dr (H.C) Megawati Soekarnoputri, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensos Tri Rismaharini, Menteri PANRB Azwar Anas, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Panglima TNI Yudo Margono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pejabat lainnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Surabaya tercatat di level 4,8 persen, terendah di Indonesia. Secara nasional, rata-rata stunting masih berada di level 21 persen. Adapun bila berdasarkan bulan penimbangan serentak, prevalensi stunting di Surabaya pada 2022 hanya tinggal 1,22 persen.

“Sejak awal diamanahi sebagai wali kota, kami memang langsung tancap gas soal stunting. Presiden Jokowi dan Ibu Megawati selalu pesan soal pentingnya penanganan stunting, karena ini soal masa depan generasi penerus kita. Setelah menjadi yang terendah senasional tahun 2022, tahun 2023 ini kami mohon doa restu Surabaya bisa zero stunting,” kata Wali Kota Eri disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Ia bercerita, seusai dilantik, dia langsung menggeber sejumlah program penanganan stunting. Dimulai dari pendataan, setiap calon pengantin langsung terdeteksi data kesehatannya. Semua data terintegrasi antara Kantor Kementerian Agama dan Puskesmas.

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung
PT ABIM Minta Maaf, Sebut Dugaan Pengurangan Takaran Minyak Akibat Kelalaian Oknum Karyawan
Polda Jatim Bongkar Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Tersangka Diamankan
Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik
Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua

“Jadi langsung ketahuan, bagaimana lingkar lengan atas dan indeks massa tubuh calon pengantinnya. Ini penting untuk tahu apakah ada risiko kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi, sehingga ada antisipasi. Di situlah Pemkot Surabaya melalui Puskesmas melakukan intervensi, bisa berupa tambahan gizi dan sebagainya,” ujarnya.

Basis data tersebut sangat penting untuk memastikan penanganan stunting bisa lebih efektif. “Bayangkan kalau rata-rata 2 juta orang se-Indonesia yang menikah per tahun kita punya data kesehatannya, dan itu terintegrasi dari KUA sampai Puskesmas seperti di Surabaya, tentu kita punya peluang besar untuk menyelamatkan anak bangsa dari potensi stunting,” kata dia.

Dari sisi pendataan, Wali Kota Eri juga mengandalkan gotong royong warga Surabaya. Di antaranya melalui aplikasi “Sayang Warga” di mana para kader kesehatan, RT/RW, dan warga bisa mendata dan melaporkan kondisi balita di sekitarnya.

“Berkat kehebatan gotong royong inilah, semua permasalahan terdeteksi dan kita beri solusi. Tidak hanya stunting sebenarnya, ada soal rumah tidak layak huni, masalah pendidikan, sosial, dan sebagainya. Bahkan di tingkat RW ada dapur umum di mana warga gotong royong saling bantu untuk pemberian makanan bagi balita di wilayahnya,” katanya.

Pemantauan terhadap perkembangan balita stunting juga dilakukan intensif, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Pemkot Surabaya memberikan bantuan makanan tambahan kepada para ibu hamil berisiko tinggi dan balita stunting. “Artinya sejak dalam kandungan, kesehatan janin sudah diperhatikan. Kami juga memberikan bantuan makanan tambahan rutin ke puluhan ribu pelajar PAUD untuk menjaga tumbuh kembangnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Surabaya juga berinovasi dalam hal pemenuhan gizi stunting dengan memasifkan penanaman tanaman pangan alternatif. Wali Kota Eri bercerita hal tersebut bermula dari pertemuannya dengan Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Maret 2022. Saat itu, ia diminta menanam tanaman pangan alternatif.

“Saya langsung memetakan. Ternyata kita bisa tanam di 1.169 hektare lahan aset Pemkot Surabaya yang idle. Kita tanam ketela pohon, ketela rambat, jagung, hingga sorgum. Yang mengelola 2.087 warga. Total panen 18 ton pada 2022. Juga ada lahan yang kita jadikan tempat budidaya ikan. Sehingga ini komplet. Ada pangannya, ada proteinnya. Hasilnya untuk menambah pendapatan warga pengelolanga, sebagian untuk pemenuhan gizi keluarga termasuk balita dan anak-anak masyarakat sekitar,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Walikota Surabaya
Irman February 17, 2023
Previous Article Duh! Dua Wanita ini Ikut Terlibat Kasus Pencurian dengan Pemberatan
Next Article Pencuri Motor hanya Diputus 4 Bulan Penjara oleh PN Surabaya
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung

24 hours ago

PT ABIM Minta Maaf, Sebut Dugaan Pengurangan Takaran Minyak Akibat Kelalaian Oknum Karyawan

6 days ago

Polda Jatim Bongkar Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Tersangka Diamankan

1 week ago

Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik

1 week ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?