Surabaya,Seputarindonesia.net – Sebuah aksi heroik terjadi di tengah ganasnya Perairan Jawa Timur. Sebanyak 18 Anak Buah Kapal (ABK) KM Fuji Manunggal Sejati berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal mereka karam akibat hantaman gelombang tinggi, Rabu (21/1).
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Nakhoda Kapal Motor (KM) Egon milik Pelni harus bermanuver di tengah ombak setinggi lebih dari satu meter untuk menjemput para korban yang terombang-ambing di laut lepas.
Suryadi, Nakhoda KM Egon Pelni, menceritakan perjuangannya melawan cuaca buruk. Saat menemukan para korban, ia mendapati mereka terbagi dalam dua kelompok yang terpencar. Ia harus memutuskan dengan cepat kelompok mana yang harus ditolong terlebih dahulu.
”Saya ambil yang sebelah kanan dulu, ada empat orang. Setelah selesai, saya manuver lagi. Saya harus sangat hati-hati agar posisi kapal tidak menghantam mereka atau mereka terkena baling-baling,” ujar Suryadi dengan nada haru.
Di tengah situasi yang mencekam, Suryadi mengaku terus berdoa agar seluruh korban bisa dievakuasi sebelum matahari terbenam.
“Saya bilang, ‘Ya Allah, jangan sampai gelap’. Kalau sudah gelap, pencarian akan sangat sulit. Alhamdulillah, satu per satu bisa kami dekati dan kami lempar tali buangan,” tambahnya.
Penyebab tenggelamnya KM Fuji Manunggal Sejati diduga akibat kerusakan fatal pada struktur kapal. Budi Wahyudi, Nakhoda KM Fuji, mengungkapkan bahwa kapal mereka tidak kuat menahan hantaman ombak besar.
”Saat gelombang tinggi mencapai satu meter lebih, lambung sebelah kiri kapal bocor dan pecah. Air masuk dengan cepat hingga kapal menenggelamkan kami,” kenang Budi.
Setelah berhasil dievakuasi dari tengah laut, seluruh korban langsung ditangani oleh petugas Maritim, Syahbandar, dan Satuan Patroli (Satrol) Lantamal V (Kodaeral 5). Dansatrol Lantamal V, Kolonel Laut (P) Anton, memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan para ABK menjadi prioritas utama sebelum mereka dipulangkan ke keluarga masing-masing.
”Korban kami bawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) terlebih dahulu. Kami ingin memastikan mereka tidak mengalami trauma dan kondisi fisiknya benar-benar aman,” tegas Kolonel Anton.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan teknis pada KM Fuji Manunggal Sejati.

