SEPUTARINDONESIA.NET- Gubernur Jatim mengatakan, ada kecenderungan masyarakat kemudian menyongsong tahun baru dengan kerumunan, ada euforia, ada keramaian.
"Jadi yang biasa ramai-ramai, trek-trekan, tolong menahan diri semuanya, kita jaga proses penyambutan tahun baru dengan tetap tinggal di rumah, ini untuk kebaikan kita bersama," kata Khofifah saat melakuakan pengecekan di Pos Suramadu, Jum'at (31/12/2021).
Baca juga: Sidak Narkoba di Terminal dan Kampung Joyoboyo Surabaya, Lima Orang Positif Sabu
Khofifah juga mengatakan, saat ini ada virus varian omicron, dan itu semua artinya kita tetap harus membangun kewaspadaan bersama, kewaspadaan berganda.
Baca juga: Terlibat Kasus Kejahatan Sumber Daya Alam, Empat Tersangka Diamankan Polda JatimĀ
"Apalagi ada kecenderungan tanggal 1 Januari biasanya ada kecenderungan ke tempat-tempat wisata, maka tempat wisata semuanya juga harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Pembatasan jumlah yang masuk area wisata juga betul-betul harus ditegakkan oleh penyelenggara wisata yang bersangkutan," tambahnya
Baca juga: Ditreskrimum Polda Jatim Sebut Ungkap Kasus 3C Bulan Juni 2026 Meningkat
"Jadi kita ingin memastikan pergantian malam tahun baru 2021 ke 2022. Semua berjalan aman, semua berjalan kondusif dan menjadi sesuatu yang bisa memberikan bahagia memasuki 2022," pungkasnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.(*)
Editor : admin