Surabaya,Seputarindonesia.net – Masyarakat di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kini tak perlu lagi bingung membuang sisa minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah. Sebuah mesin pengolahan minyak jelantah bernama “Ucollect” telah hadir di depan PT IHC, Rumah Sakit PHC Tanjung Perak, menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi warga, baik rumah tangga maupun pedagang makanan.
Sejak Agustus 2025 lalu, mesin penampung minyak jelantah ini ditempatkan sebagai bagian dari komitmen PT IHC terhadap program Environmental, Social, and Governance (ESG). Program ini bertujuan membantu masyarakat meminimalkan limbah, khususnya minyak jelantah, demi menjaga kelestarian lingkungan.
Cara menggunakan mesin Ucollect ini cukup sederhana. Warga hanya perlu mengunduh aplikasi “Ucollect” di ponsel untuk mendaftar. Setelah itu, mereka dapat langsung menyetor minyak jelantah.
Batas Setoran: Minimal 1 liter dan maksimal 40 liter per sekali tuang.
Harga Beli: Setiap 1 liter minyak jelantah dihargai Rp6.000.
Mesin ini dilengkapi dengan teknologi penyaringan canggih yang memastikan minyak jelantah tidak tercampur dengan air atau limbah lain, menjaga kualitas bahan baku daur ulang.
Plt Direktur Utama PT IHC RS PHC Surabaya, Dr. Pudji Djanuartono, M.Kes, mengungkapkan bahwa program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.
”Terbukti, dalam satu bulan pertama saja sudah terkumpul hingga 1.000 liter minyak jelantah,” ujar Dr. Pudji.

Minyak jelantah yang terkumpul ini tidak berakhir sia-sia. Nantinya, Pertamina Patra Niaga akan mengambil minyak bekas tersebut untuk diubah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan.
Ketua RW 9 Kelurahan Tanjung Perak, Mudjib, turut merasakan dampak positif.
“Masyarakat sekitar RS PHC kini sangat diuntungkan karena sekarang bisa mendapat cuan dari minyak jelantah, yang dulunya tidak berharga,” katanya.
Di samping inovasi lingkungan, Dr. Pudji juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi minyak goreng. Ia mengimbau agar minyak goreng maksimal hanya digunakan dua kali pakai.
”Penggunaan minyak berulang kali dapat memicu penyakit kanker yang ditimbulkan oleh zat karsinogenik,” tegasnya, menekankan pentingnya kesehatan dan pengelolaan limbah sejak dari dapur.
Program Ucollect ini menjadi sebuah inovasi kekinian yang berhasil mengawinkan isu lingkungan, kesehatan, dan ekonomi, di mana warga tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga mendapatkan tambahan pundi-pundi ekonomi.

