Jakarta,Seputarindonesia.net — Lembaga Ksatria Bela Negara bersama para pimpinan pusat memberikan apresiasi terhadap langkah dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadhewa yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,04 persen.
Kepala Satuan Khusus Ekonomi Ksatria Bela Negara, Dudi Adriansyah, menyebut capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo mulai dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tren positif sejak pemerintahan Presiden Prabowo memimpin. Perubahan dan perbaikan nyata mulai dirasakan semua pihak,” ujar Dudi Adriansyah dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Dudi juga menilai, peran cepat dan sigap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadhewa dalam mengelola keuangan negara serta melakukan langkah-langkah tegas terhadap praktik ilegal menjadi salah satu faktor penting meningkatnya stabilitas ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Dudi menegaskan bahwa jajaran Ksatria Bela Negara akan terus bersinergi dengan pemerintah melalui pembentukan wadah ekonomi berbasis gotong royong, seperti koperasi dan badan usaha produktif, guna memperkuat perekonomian masyarakat.
“Kami berkomitmen membangun wadah usaha bersama yang berorientasi pada kesejahteraan anggota dan masyarakat. Harapannya, UMKM dan sektor ritel bisa terus tumbuh dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga membentuk Tim Profesional Manajemen Ekonomi dan Keuangan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para anggota. Dudi menegaskan, Ksatria Bela Negara merupakan lembaga independen yang setia mengawal nilai-nilai UUD 1945, khususnya Pasal 27 dan Pasal 30 yang menegaskan peran warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan.
Sementara itu, Ketua Nasional Ksatria Bela Negara, A. Harahap, S.Sos., menyampaikan aspirasi agar pemerintah dapat memberikan kebijakan strategis terkait penurunan harga bahan pokok.
Harahap berharap, harga beras premium dapat ditekan menjadi Rp10.000, minyak goreng Rp11.000, gula pasir Rp11.000, serta gas elpiji bersubsidi Rp16.000–17.000 di tingkat eceran.
“Jika harga bahan pokok bisa diturunkan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditekan di bawah Rp10.000, maka kami yakin perekonomian Indonesia dapat tumbuh di atas 10 persen dalam dua tahun ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjaga daya beli masyarakat dan mempercepat pemerataan ekonomi nasional.
Ksatria Bela Negara menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dan memberikan masukan kepada pemerintah, termasuk kepada Presiden Prabowo, agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara langsung.
“Kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar sejalan dengan semangat bela negara dan kemajuan ekonomi rakyat,” pungkas Dudi Adriansyah.

