MALANG-Insiden Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang menelan 125 korban meninggal dunia, mendapat tanggapan dari berbagai pihak.
Hal itu juga membuat salah satu penggemar bola angkat bicara, Wahyu panggilan sehari-hari pria dempal ini menganggap peristiwa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Dampak dari peristiwa ini sangatlah memilukan.
“Ricuh setelah menerima kekalahan bukanlah jiwa sportif yang di miliki para pendukung kesebelasan, seharusnya kita legowo ketika jagoan kita kalah. Sangat miris memang melihat kejadian ini, semoga ada pembelajaran dalam kasus ini sehingga jangan terulang lagi di pertandingan yang lain. ” ungkap dia.
Tindakan suporter yang memicu adanya kericuhan jni membuat pengamanan yang dilakukan oleh aparat mendadak bertindak cepat. Adapun salah satu informasi yang di terima tersiar bahwa telah terjadi korban terhadap anggota kepolisian yang di kabarkan meninggal dunia.
Adapun nama nama dari pihak kepolisian yang turut menjadi korban adalah Brigadir Andik , Briptu Fajar Polres Trenggalek dan Bripda Yoyok Polda Jatim dan 100 orang masih dalam perawatan di RSUD Kunjuran Malang.
Kericuhan di lapangan bola ini sempat dihalau oleh petugas keamanan gabungan dari kepolisian maupun TNI namun situasi semakin tegang saat tribun 1 sampai 14 nampak panik.
Beberapa petugas keamanan dibuat kewalahan karena ribuan penonton mendesak. Dan petugas pun mengeluarkan gas air mata di dalam lapangan sehingga membuat banyak suporter bertumbangan.
Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan memutakhirkan data terbaru soal korban meninggal dunia dari peristiwa di stadion Kanjuruhan. Akibat kejadian itu sebanyak 125 orang meninggal dunia.
“Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129 setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang,” pungkas Nyoman Eddy kepada awak media, Jakarta, Minggu (2/10/2022).
Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.(*)

