Surabaya,Seputarindonesia.net – Sebuah insiden tragis mengguncang kawasan elit Dukuh Pakis, Surabaya, Jumat (5/12) pagi. Seorang pria paruh baya ditemukan tewas mengenaskan tergeletak di lantai dasar sebuah gedung apartemen. Korban diduga kuat merupakan penghuni apartemen Grand Lagoon yang terjatuh dari balkon unitnya.
Korban diidentifikasi sebagai LL (60), seorang warga asal Mulyorejo yang diketahui tinggal di apartemen tersebut. Penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, memicu kehebohan di lingkungan tempat tinggal vertikal itu.
Menurut keterangan kepolisian, penemuan mayat korban berawal dari kecurigaan salah satu penghuni apartemen.
“Ada salah satu penghuni yang mendengar suara seperti ada orang jatuh. Kemudian dilaporkan ke sekuriti apartemen,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, Iptu Gogot Purwanto, kepada awak media, Jumat (5/12).
Setelah dicek, sekuriti menemukan korban dalam keadaan terlentang dan sudah meninggal dunia di lantai dasar apartemen. Pihak sekuriti segera melaporkan temuan tersebut kepada manajemen dan diteruskan ke Polsek Dukuh Pakis. Tak berselang lama, tim gabungan dari Polsek Dukuh Pakis dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung meluncur ke lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Luka Parah dan Petunjuk di Balkon
Hasil olah TKP mengungkap kondisi fisik korban yang mengalami luka-luka parah, menunjukkan dampak benturan keras dari ketinggian.
”Hasil olah TKP bahwasannya fisik korban ditemukan mengalami luka patah di bagian rahang atau pipi kanan, tangan bagian kiri patah, kaki kanan dan kiri patah, hidung patah,” jelas Iptu Gogot Purwanto.
Selain itu, korban juga dilaporkan mengalami patah di bagian tulang dada serta pendarahan hebat dari telinga dan hidung.
Petugas juga menemukan fakta bahwa pintu unit apartemen yang dihuni korban dalam kondisi terkunci dari dalam. Pihak kepolisian terpaksa mendatangkan teknisi untuk membuka paksa pintu tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut.
”Dari hasil olah TKP ditemukan sandal warna hitam di balkon, ditemukan jejak kaki di bawah pagar balkon serta kondisi ruangan sangat rapi,” tambah Gogot.
Temuan sandal dan jejak kaki di bawah pagar balkon semakin menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh dari ketinggian. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami motif dan penyebab pasti jatuhnya korban. Jasad LL telah dievakuasi untuk proses autopsi, sementara barang bukti di TKP diamankan.

