Surabaya, Seputarindonesia.net – Jaringan kuliner Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti terus melakukan pembenahan layanan demi meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.
Melalui semangat “Jogo Tonggo”, manajemen berupaya menciptakan suasana usaha yang tertib, nyaman, dan selaras dengan masyarakat di sekitar area operasional.
Much Ismail area manager jatim, mengatakan prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha agar keberadaan rumah makan tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami ingin usaha ini dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat dan membawa manfaat bersama. Karena itu, komunikasi serta kenyamanan lingkungan selalu kami jaga,” ujar Ismail dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, pihak manajemen saat ini juga terus melakukan evaluasi di berbagai sektor operasional, termasuk penataan area parkir yang mulai diarahkan menggunakan sistem digital. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelayanan yang lebih tertib, praktis, dan modern bagi pengunjung.
Menurutnya, penerapan parkir digital menjadi bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan tata kelola kawasan usaha dan kuliner di Kota Surabaya yang kini semakin mengedepankan sistem berbasis teknologi.
Tak hanya fokus pada pelayanan, manajemen SSB Hj. Hesti juga memastikan seluruh aspek administrasi dan legalitas usaha dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Beberapa dokumen yang telah dilengkapi di antaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), AMDAL Lalin, SKRK, hingga Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kami berkomitmen mengikuti aturan yang berlaku dan terus melakukan pembenahan agar operasional usaha tetap berjalan dengan baik serta memberikan kenyamanan bagi semua pihak,” katanya.
Sebagai salah satu jaringan kuliner soto khas Boyolali yang telah berkembang sejak 2002, SSB Hj. Hesti kini telah hadir di sejumlah daerah di Indonesia. Ke depan, perusahaan berharap dapat terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi pelanggan tanpa mengabaikan keharmonisan dengan masyarakat sekitar.
Editor : Bcl