SURABAYA, SEPUTARINDONESIA.NET – Seorang warga Surabaya, Regina, menjadi korban penipuan dengan modus jual beli mobil yang dilakukan oleh Vian Hanggra Wibowo, seorang yang mengaku sebagai pengusaha alat bangunan di Wiyung, Surabaya Barat. Kerugian yang dialami Regina mencapai puluhan juta rupiah, dan ia khawatir akan ada korban lain.
Regina menceritakan kronologi kejadian yang bermula dari kesulitan keuangannya di tahun 2024. Ia kemudian meminta bantuan Rima Tiara, sahabatnya yang berpacaran dengan Vian, untuk menjual mobil Nissan Livina miliknya. Vian menawarkan harga jual di atas harga pasaran dan menjanjikan proses penjualan yang cepat.
Mobil tersebut diserahkan kepada Vian pada 12 Januari 2025 dengan alasan untuk memudahkan calon pembeli melihat kondisi mobil. Pada 17 Januari, Regina menerima uang tanda jadi sebesar Rp 2 juta dan segera melunasi sisa kredit mobilnya. Namun, setelah itu, berbagai alasan muncul dari Vian terkait keterlambatan pembayaran sisa harga jual.
Vian memberikan berbagai alasan yang tidak masuk akal, mulai dari calon pembeli yang gagal BI Checking hingga masalah administrasi di bank. Regina pun berupaya mengambil kembali mobilnya, tetapi Vian menyatakan bahwa BPKB sudah masuk ke Bank Mandiri dan mobil telah masuk ke leasing, sehingga tidak dapat diambil kembali.
“Saya sudah curiga sebenarnya karena alasannya itu tidak masuk akal,saya minta mobil saya di bilang sudah masuk pihak leasing” ucap regina.
Setelah mendesak, Regina akhirnya menerima uang muka sebesar Rp 30 juta yang ditransfer dalam tiga tahap oleh Vian. Namun, sisa pelunasan tak kunjung diterima. Regina kemudian menukar mobil Ertiga milik Vian yang dipinjamkannya dengan mobil Mercy milik Vian sebagai pengganti kerugian.
“Setelah saya desak cuma di kasih 30 juta, itupun di bayar secara bertahap namun sisa pelunasannya pun tak kunjung ada sampai saat ini” imbuh Regina.
Namun, penipuan terus berlanjut. Regina menemukan kejanggalan saat mengecek ke Mandiri Utama Finance, ternyata tidak ada riwayat jual beli mobilnya. Ia juga menemukan kebohongan Vian terkait keterlibatan showroom milik temannya, Erico. Erico membantah adanya transaksi jual beli tersebut dan menyatakan bahwa chat yang ditunjukkan Vian telah dimanipulasi.
Pertemuan dengan Vian dan Rima di Kmart akhirnya mengungkap berbagai kebohongan Vian. Ternyata, Vian juga telah menipu pelanggan lain dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Upaya Regina untuk mendapatkan kembali kerugiannya melalui jalur kekeluargaan juga menemui jalan buntu. BPKB mobil Mercy Vian ternyata dijaminkan di koperasi milik tantenya.
Hingga saat ini, Vian belum mengembalikan kerugian Regina. Regina memberikan tenggat waktu hingga 16 Mei 2025 untuk pengembalian kerugiannya, dan mengancam akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan memviralkan kasus ini jika Vian tidak memenuhi janjinya.
Regina juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Rima yang mengetahui kondisi keuangan Vian yang buruk dan adanya pinjaman online, namun tetap memfasilitasi penjualan mobilnya kepada Vian.
“Saya juga kecewa sama rima karena sudah tau kondisi vian sudah buruk, Namun tetap memfasilitasi penjualan mobilnya kepada vian” tambah Regina.
Regina berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli, terutama dengan orang yang baru dikenal. Ia juga meminta bantuan masyarakat untuk menyebarkan informasi ini agar tidak ada korban lain yang jatuh ke dalam perangkap penipuan yang sama.

