Warga Banyuwangi Dukung Prabowo Subianto Jadi Presiden 2024

seputarindonesia.net
Warga Banyuwangi deklarikam dukung Prabowo Subianto jadi Presiden 2024

BANYUWANGI, - Warga Banyuwangi, Jawa Timur mulai dari tokoh masyarakat, ulama, petani, nelayan, emak-emak, hingga tokoh lintas agama mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden 2024.

Para ulama dan habaib ini berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai presiden tahun 2024 di Ponpes Mansya'ul Huda Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga: Proses Rekrutmen Karyawan YACHT Diduga Belum Sesuai UU Cipta Kerja, Begini Ceritanya

Langkah ulama dan habaib ini juga didukung oleh Barisan Relawan Tanah Air (Barata) Banyuwangi yang menyatukan tekad dan berdoa agar Prabowo Subianto terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurut pengasuh Ponpes Mansya'ul Huda Tegaldlimo, Banyuwangi, KH Suyuti Toha, hanya Prabowo Subianto yang punya sifat - sifat dan layak jadi presiden tahun 2024.

"Yang mampu memimpin negara ini tiada lain hanya Pak Prabowo. Karena mempunyai sifat - sifat kerakyatan dan bisa dipercaya untuk melakukan amanah sebagai presiden," tegas KH Suyuti Toha, pada Minggu 2 Oktober 2022

Dalam menjalankan roda pemerintahan sebuah negara presiden itu harus memiliki dua kemampuan. Yakni dari sisi mengendalikan keamanan dan ekonomi.

Baca juga: Diduga Janggal, Peserta Seleksi Calon Perangkat Desa Mangir Banyuwangi Tidak Puas

"Kalau dua ini dikuasai negara manapun pasti makmur. Tapi kalau dua ini, ekonomi dan keamanan gagal maka semua akan gagal," tegasnya.

Di kalangan para ulama dan habaib Banyuwangi serta perwakilan dari Jogjakarta, Bogor dan Jakarta juga sama. Pemimpin negara harus memiliki kemampuan dalam keamanan dan ekonomi.

"Kemampuan itu menurut saya ada pada Pak Prabowo," tandas KH Suyuti Toha.

Baca juga: Partai Gerindra Banyuwangi Gelar Jalan Sehat Berhadiah Umroh dan Mobil, Cek Jadwalnya

Ketua Korwil Barata Banyuwangi, H. Aji Barata, mengatakan bahwa dukungan dan doa kepada Prabowo Subianto ini dialirkan setelah mendengar Sarasehan Kebangsaan.

"Sarasehan kebangsaan ini selain mempererat tali silaturahmi juga bertujuan untuk menyatukan berbagai golongan serta menciptakan kerukunan antar sesama," jelasnya.

Editor : Red.01 seputar indonesia

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru