SURABAYA, Seputarindonesia.net – Tribun Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tak lagi melulu soal riuh maskulinitas. Di tengah gemuruh chant suporter yang membakar semangat, ada warna baru yang merekah dalam kultur sepak bola Surabaya. Menyambut musim Super League 2026/2027, Persebaya membuat terobosan berani: menggandeng brand kecantikan ternama, Implora, sebagai salah satu sponsor resmi tim.
Langkah ini mendobrak stigma lama. Jika biasanya brand kosmetik di lapangan hijau berfokus pada segmen men’s groom, Implora datang membawa identitas feminin yang kuat, lengkap dengan produk andalannya: lipstik. Logo Implora kini menempel megah di jersey Green Force, membawa pesan kuat bahwa perempuan punya ruang sejajar di arena bal-balan.
Ada yang unik dari identitas visual di jersey anyar Persebaya musim ini. Di samping logo Implora, terselip aksen gambar kecup bibir yang playful. Detail ini bukan sekadar pemanis dekoratif, melainkan simbol bertemunya dunia kecantikan dan kultur tribun.
Elemen tersebut menegaskan bahwa ekspresi feminin—seperti tampil glowing dan percaya diri—bisa berdiri berdampingan dengan gairah mendukung tim kebanggaan, tanpa mengurangi sedikit pun kebanggaan sebagai suporter.
Kolaborasi ini bukan cuma strategi pemasaran di atas kertas, melainkan cerminan dari tren nyata di lapangan. Dalam tiga musim terakhir, grafik kehadiran penonton perempuan di stadion Persebaya terus melonjak.
Head of Business & Partnership DBL Indonesia, Arthur Rusli, menyebut tren positif ini memicu Persebaya untuk makin gencar menghadirkan atmosfer yang ramah bagi semua kalangan, salah satunya lewat tribun khusus keluarga.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang memilih hadir langsung ke stadion. Stadion berkembang menjadi ruang bagi keluarga dan komunitas dengan latar belakang yang lebih beragam," jelas Arthur.
Chief Marketing Officer Implora, Rafael Raven Go, mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka adalah wujud apresiasi bagi para Bonita (suporter perempuan Persebaya), istri, ibu, hingga anak perempuan yang selalu setia berdiri di balik Persebaya.
"Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju. Harapan besarnya, di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya," ungkap Rafael.
Langkah inovatif ini membuktikan kelas Persebaya dalam mengelola bisnis klub secara profesional. Sejalan dengan visi Presiden Persebaya Azrul Ananda mengenai keberlanjutan industri sepak bola, Bajol Ijo membuktikan bahwa memahami karakter suporter adalah kunci keberhasilan komersial.
Lewat hadirnya Implora, Persebaya tak hanya sedang bertanding memperebutkan poin di lapangan, tetapi juga memelopori era baru sepak bola Indonesia yang lebih inklusif, berwarna, dan ramah bagi siapa saja.
Editor : Bcl