SURABAYA- Fraksi PKB DPRD Surabaya mengusulkan pergantian nama jalan di Surabaya, sebagai kado 100 tahun Nahdlatul Ulama pada 7 Febtuati 2023. Sekaligus sebagai penghargaan kepada tokoh NU yang berjuang dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya, Camelia Habiba mengatakan, pihaknya mengusulkan pergantian nama jalan. Keduanya merupakan jalan tempat perjuangan NU.
Baca juga: Paten RI Kuasai 25% ASEAN, Tapi Cuma 0,08% yang Jadi Duit! Pemerintah Bongkar Masalahnya
"Jalan Bubutan (Surabaya) diubah menjadi Jalan KH Ridwan Abdullah, di mana Beliau adalah Pengarang Lambang NU yang rumahnya ada di Bubutan dan Kantor PCNU Surabaya adalah tempat sejarah Kantor PBNU Pertama," ujar Habiba, Kamis (12/1/2023).
Kemudian Jalan Sultan Iskandar Muda di Kecamatan Semampir. Menurut Camelia Habiba belum ada kaitan sejarah Sultan Iskandar Muda dengan Kota Pahlawan.
Baca juga: Kadivpas Kemenkumham Jatim Ingatkan Petugas Lapas untuk Hidup Sederhana
"Jalan Iskandar Muda diubah menjadi Jalan Hasan Gipo. Pahlawan Iskandar Muda tidak ada history dengan Surabaya. (Sedangkan) Hasan Gipo adalah Ketua NU pertama, yang tidak jauh dari sana ada situs sejarah Langgar Gipo, (yang) menjadi cagar budaya dan sejarahnya ada keterkaitan dengan KH Mas Mansyur," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya tersebut menambahkan, perubahan dua nama jalan itu karena Surabaya merupakan kota di mana warga Nahdliyin berdiskusi, merumuskan strategi melawan penjajah kala itu. Hal itu dibuktikan dengan kantor PBNU pertama di Surabaya, yang kini menjadi kantor PCNU Surabaya.
Baca juga: Ketua Komisi A Dorong Pengadaan Komputer di RT
"Usulan nama jalan ini menjadi kado satu abad NU, karena Surabaya adalah kota lahirnya Nahdlatul Ulama. Fraksi PKB akan mencari dukungan di Yos Sudarso (kantor DPRD) karena minimal dua fraksi bisa mengusulkan Raperda Inisiatif DPRD," pungkasnya. (irm)
Editor : admin