Viral, Pesan Diduga dari Alumni Al-Khoziny Tantang Media yang Kritik Pesantren

seputarindonesia.net

Sidoarjo,Seputarindonesia.net — Sebuah unggahan berisi ancaman terhadap media televisi dan online tengah beredar di media sosial. Dalam unggahan berwarna latar merah muda itu, seseorang yang mengaku sebagai alumni Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menantang media yang dianggap telah menghujat kiai dan pesantren tersebut.

Isi unggahan itu menuliskan:

Baca juga: Istri Korban Dugaan Kriminalisasi Polresta Sidoarjo Mengadu ke Komisi III DPR RI

“Hey media bangsat baik dari TV atau online yang telah menghujat kyai & pesantren Al Khoziny. Saya sebagai alumni ayo hadapi saya, biar tahu saya gimana meluluhlantakkan tanpa menyentuh.”

Pesan bernada keras tersebut beredar di sejumlah grup percakapan dan media sosial sejak awal pekan ini. Belum diketahui siapa sosok di balik unggahan tersebut serta apakah benar yang bersangkutan merupakan alumni pesantren yang dimaksud.

Baca juga: Tepis Isu Liar, LRPPN-BI Pastikan Rehabilitasi Pasien DG Sesuai SOP TAT BNN dan Masih Berjalan

Pihak pesantren Al-Khoziny sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya pesan itu. Namun, beberapa pihak meminta agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh unggahan bernada provokatif di tengah proses klarifikasi pemberitaan yang masih berlangsung.

Sejumlah praktisi media menilai pesan bernada ancaman seperti itu dapat masuk kategori intimidasi terhadap kebebasan pers, apalagi jika diarahkan kepada jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Baca juga: Perang Dingin Memuncak! Bupati Sidoarjo Balas Laporkan Rahmat Muhajirin ke Polda Jatim Terkait Penggelapan SHM.

“Kalau ada keberatan atas pemberitaan, kan bisa disampaikan lewat hak jawab, bukan lewat ancaman,” ujar salah satu jurnalis online.

Kasus ini kini masih menjadi perhatian publik, terutama di tengah sorotan terhadap pemberitaan yang melibatkan Ponpes Al-Khoziny beberapa waktu terakhir. Aparat berwenang diharapkan turut menelusuri asal-usul unggahan tersebut demi mencegah potensi gesekan di lapangan.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru