Penumpang PELNI dari Surabaya Tembus 217 Ribu, Naik 9 Persen Sepanjang 2026

Reporter : HBSI
Foto Ditto Pappilanda - Sekretaris Perusahaan didampingi Roni Abdullah - Kepala Cabang PELNI Surabaya

SURABAYA, Seputarindonesia.net – Jumlah penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Cabang Surabaya mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Tercatat sebanyak 217.862 penumpang berangkat menggunakan kapal PELNI melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Angka tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat sebanyak 199.948 penumpang. Kenaikan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut untuk bepergian antarpulau.

Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang terjadi sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026. Bahkan, jumlah penumpang tertinggi tercatat pada April dengan total 45.548 orang.

“Jumlah penumpang tertinggi terjadi pada bulan April sebesar 45.548 penumpang,” ujar Roni saat ditemui di Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Roni didampingi Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, serta Kepala DPA-QHSSE, Capt. Aldrin Dalimunte.

Roni menjelaskan, Surabaya menjadi salah satu wilayah strategis dalam jaringan pelayaran PELNI. Saat ini, terdapat 14 kapal penumpang, satu kapal perintis, dan empat kapal barang yang singgah di wilayah tersebut.

Dari 14 kapal penumpang yang melayani rute melalui Surabaya, tiga kapal tercatat memberikan kontribusi jumlah penumpang tertinggi. Ketiganya yakni KM Labobar, KM Sinabung, dan KM Dorolonda.

Berdasarkan data Januari hingga Oktober 2026, KM Labobar mengangkut sebanyak 25.373 penumpang. Disusul KM Sinabung dengan 22.862 penumpang dan KM Dorolonda sebanyak 22.685 penumpang.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan perusahaan terus mendorong masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui saluran penjualan resmi.

Menurutnya, saat ini jadwal keberangkatan kapal PELNI sudah dapat diakses hingga 60 hari ke depan. Dengan demikian, calon penumpang memiliki lebih banyak pilihan tanggal keberangkatan untuk menyesuaikan rencana perjalanan.

“Sekarang jadwal kapal PELNI sudah tersedia hingga 60 hari ke depan, jadi tanggal pilihan berlayar sudah semakin banyak. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan ini untuk merencanakan perjalanannya jauh hari,” kata Ditto.

Selain mengimbau pembelian tiket lebih awal, PELNI juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok penjualan tiket kapal melalui media sosial.

Ditto meminta calon penumpang tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang menggunakan nama, logo, maupun identitas petugas PELNI untuk menawarkan tiket keberangkatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada akun media sosial yang menyerupai atau menggunakan identitas logo PELNI maupun petugas PELNI dan mengaku menjual tiket kapal PELNI, baik melalui Instagram, Facebook maupun TikTok,” tegasnya.

Untuk menghindari penipuan, masyarakat disarankan membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile maupun kanal digital resmi lainnya. Informasi mengenai saluran penjualan tiket resmi dapat diperiksa melalui akun Instagram resmi PELNI di @pelni162.

Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa transportasi laut, PELNI saat ini mengoperasikan 83 kapal untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Armada tersebut terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, sembilan kapal tol laut, serta satu kapal ternak.

Dalam mendukung operasional pelayaran nasional, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran. Operasional tersebut juga didukung 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Peningkatan jumlah penumpang di Surabaya menjadi salah satu indikator pentingnya peran transportasi laut dalam menghubungkan mobilitas masyarakat antardaerah, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Indonesia.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru