SIDOARJO, Seputarindonesia.net – Upaya memerangi penyalahgunaan narkoba tidak berhenti di balik jeruji besi. Lembaga Rehabilitasi Narkoba Omah Sehat Bersinar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui kegiatan edukasi bahaya narkotika dan pembinaan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga binaan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus memberikan motivasi agar mereka mampu memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam sosialisasi tersebut, warga binaan mendapatkan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, kehidupan sosial, hingga masa depan. Edukasi juga mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, faktor penyebab ketergantungan, serta langkah-langkah menghindari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Tidak hanya berfokus pada edukasi, Omah Sehat Bersinar juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter dan penguatan mental warga binaan agar memiliki tekad untuk menjalani kehidupan yang sehat dan bebas narkoba.
Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan program pembinaan rohani dengan menerjunkan dai dari unsur Dinas Sosial Kota Surabaya dan Polda Jawa Timur, yakni Ustaz Alamul Huda, M.Pd.I.
Pembinaan rohani tersebut diharapkan mampu memperkuat keimanan, membangun akhlak yang lebih baik, serta menumbuhkan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan masa lalu. Dengan bekal spiritual yang kuat, warga binaan diharapkan memiliki kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan secara positif.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.100 warga binaan yang tersangkut kasus narkotika di Lapas Kelas I Surabaya.
“Di Lapas Kelas I Surabaya sendiri terdapat sekitar 1.100 warga binaan kasus narkotika. Melalui kegiatan hari ini, diharapkan warga binaan mendapatkan edukasi lebih luas tentang narkoba dan bahayanya,” kata Sohibur Rachman di Sidoarjo.
Menurutnya, keberhasilan program pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada peran petugas dan warga binaan. Dukungan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penanganan penyalahgunaan narkoba juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan proses pembinaan yang optimal.
Sementara itu, Ketua Lembaga Omah Sehat Bersinar, Farita Sari Dewianti, S.E., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lembaganya dalam mendukung upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus mendorong pemulihan bagi para penyalahguna.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum akibat penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba,” ungkap Farita.
Ia menjelaskan, edukasi yang diberikan tidak sekadar menyampaikan informasi tentang narkotika, tetapi juga membangun kesadaran warga binaan untuk berani mengambil keputusan dan berkomitmen meninggalkan lingkungan serta kebiasaan yang berpotensi menjerumuskan mereka kembali pada penyalahgunaan narkoba.
Farita berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi dan memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani proses perubahan diri, memperbaiki masa lalu, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, warga binaan semakin memahami bahaya narkoba, memiliki motivasi untuk pulih, serta mampu membangun kehidupan yang lebih sehat dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Omah Sehat Bersinar, pihak Lapas Kelas I Surabaya, serta berbagai unsur terkait, kegiatan edukasi dan pembinaan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan.
Sebab, upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum. Edukasi, rehabilitasi, penguatan karakter, pembinaan rohani, dan dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta mewujudkan generasi Indonesia yang bebas narkoba.
Editor : Bcl