Surabaya,Seputarindonesia.net – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti ruang musik Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) saat alunan gitar terdengar dari tangan mungil para siswa kelas 3 Sekolah Dasar. Pemandangan ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar tim dosen Program Studi S1 Musik, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Mengusung tema “Pelatihan Ansamble Musik sebagai Media Kreasi dan Kolaborasi”, kegiatan PKM berlangsung selama tiga hari, 8–10 September 2025. Program ini dipimpin oleh Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro, S.Pd., M.Pd., selaku ketua pelaksana, bersama Agus Suwahyono, S.Pd., M.Pd., dan Marda Putra Mahendra, S.Pd., M.Pd.
Raden Roro Maha menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis bermusik, melainkan juga pada pembentukan karakter siswa.
“Dalam ansamble, setiap individu memiliki peran penting. Anak-anak belajar mendengarkan, memahami ritme bersama, dan menciptakan harmoni. Nilai yang ingin kami tanamkan adalah bahwa kolaborasi merupakan kunci, baik dalam bermusik maupun kehidupan,” ujarnya di Surabaya, Senin (22/9/2025).
Pada tahap awal, siswa dikenalkan dengan dasar permainan gitar, mulai dari cara memegang alat, mengenal senar, hingga memetik nada sederhana. Seiring pelatihan, mereka mulai memainkan lagu-lagu anak yang familiar, seperti Balonku, Bintang Kecil, hingga Pelangi-Pelangi. Suasana belajar berlangsung interaktif, penuh tawa, dan tidak membosankan.
Selain siswa, para guru musik SIB juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi mengajar ansamble secara efektif. Materi ini diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan inklusif di kelas musik yang beragam.
Apresiasi pun datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah Indonesia Bangkok menyebut pelatihan ini sebagai kesempatan berharga dalam memperkaya metode pembelajaran musik.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim dari UNESA. Siswa kami tidak hanya belajar musik, tetapi juga kebersamaan, disiplin, dan nilai budaya Indonesia,” katanya.
Bagi Prodi Musik FBS UNESA, program ini menjadi langkah strategis memperkuat peran universitas di kancah internasional. Selain berbagi ilmu dan keterampilan, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai diplomasi budaya, memperkenalkan seni Indonesia melalui musik kepada generasi muda di luar negeri.
Ke depan, Prodi Musik FBS UNESA berkomitmen memperluas program serupa ke sekolah-sekolah Indonesia di berbagai negara. Harapannya, musik dapat terus menjadi jembatan lintas budaya sekaligus sarana membangun karakter generasi penerus bangsa.

