Terbuai Upah dan Sabu Gratis, Pemuda Semampir Edarkan 399 Gram Barang Haram

author HBSI

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasatnarkoba pelabuhan tanjung perak, Akp. Adik Agus Putrawan Didampingi Kanit 2, Eddy.
Kasatnarkoba pelabuhan tanjung perak, Akp. Adik Agus Putrawan Didampingi Kanit 2, Eddy.

i

SURABAYA,Seputarindonesia.net – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial IRF (20) di rumahnya di kawasan Jalan Benteng Dalam, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita 672 plastik klip berisi sabu dengan total berat bruto sekitar 399,15 gram. Selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran sabu tersebut.

Kasatnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, tersangka ditangkap pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di dalam rumahnya.

“Dalam pengungkapan ini kami mengamankan satu orang tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 672 poket dengan total berat bruto kurang lebih 399,15 gram,” ujar AKP Adik Agus Putrawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ratusan poket sabu tersebut diketahui merupakan milik seorang pria berinisial HSM, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sabu tersebut dititipkan kepada IRF untuk dijual dan diedarkan.

“Tersangka ini berperan sebagai orang yang membantu menjual dan mengedarkan sabu milik HSM yang saat ini masih kami lakukan pengejaran,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, IRF disebut bekerja mulai pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB. Dari setiap aktivitasnya tersebut, tersangka mendapatkan upah sekitar Rp150 ribu dari HSM.

Sementara itu, sabu yang diedarkan dijual dalam beberapa ukuran. Untuk poket hemat dibanderol sekitar Rp100 ribu, sedangkan paket seperempat gram dijual Rp250 ribu dan paket setengah gram mencapai Rp400 ribu.

Polisi juga menemukan uang tunai sebesar Rp3 juta yang diduga merupakan hasil penjualan sabu dan belum disetorkan tersangka kepada HSM.

“Uang tunai Rp3 juta yang kami sita diduga merupakan hasil penjualan narkotika yang belum disetorkan kepada pemilik barang,” ungkap AKP Adik.

Dari hasil penyidikan sementara, IRF diketahui telah membantu mengedarkan sabu tersebut sejak September 2025 hingga Agustus 2026.

Kepada penyidik, tersangka mengaku terlibat dalam bisnis haram tersebut karena faktor ekonomi. Selain mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, IRF juga mengaku dapat mengonsumsi sabu secara gratis.

“Motif tersangka sementara karena faktor ekonomi. Selain mendapatkan upah, tersangka juga mengaku bisa mengonsumsi sabu secara cuma-cuma,” kata AKP Adik.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 672 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto sekitar 399,15 gram, satu timbangan digital warna hitam, dua bendel plastik klip kosong, satu sendok kecil warna kuning, tiga kotak bersekat warna hitam, uang tunai Rp3 juta, satu tas ransel warna abu-abu hitam, serta satu unit telepon seluler.

Atas perbuatannya, IRF dijerat ketentuan terkait peredaran dan kepemilikan narkotika Golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Penyidikan masih kami tuntaskan dan kami juga terus melakukan pengembangan untuk mengejar pemilik barang atau DPO yang memasok sabu kepada tersangka,” pungkas AKP Adik Agus Putrawan.

Berita Terbaru

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI

Rabu, 30 Sep 2026 21:01 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:01 WIB

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI…

Warga Ungkap Dugaan Pungli di Samsat Manyar Surabaya, Mengaku Diminta “Seikhlase Ae”

Warga Ungkap Dugaan Pungli di Samsat Manyar Surabaya, Mengaku Diminta “Seikhlase Ae”

Rabu, 30 Sep 2026 12:24 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:24 WIB

Urus Mutasi Keluar dan Perpanjangan STNK 5 Tahunan, Warga Sebut Sempat Dicegat hingga Pelat Kendaraan Difoto…

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Belum tuntas menjadi perhatian publik kabar Willy Angga, kini muncul informasi anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial UAM dikaitkan dengan perkara narkoba…

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Pinjaman Rp240 Juta dan Rp275 Juta Berujung Laporan Polisi, Koperasi BJTI Disorot…

Bukan Sekadar Pengobatan, RS Kemenkes Surabaya Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini.

Bukan Sekadar Pengobatan, RS Kemenkes Surabaya Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini.

Minggu, 27 Sep 2026 12:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 12:52 WIB

World Heart Day Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung, Rumah Sakit Diminta Pastikan Pelayanan Berjalan.…

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

PELNI Cabang Surabaya mengingatkan calon penumpang mewaspadai akun palsu, tawaran tiket mencurigakan, hingga permintaan transfer yang mengatasnamakan perusahaan…