Warga Ungkap Dugaan Pungli di Samsat Manyar Surabaya, Mengaku Diminta “Seikhlase Ae”

author HBSI

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
foto ilustrasi
foto ilustrasi

i

SURABAYA, Seputarindonesia.net – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan administrasi kendaraan bermotor di Samsat Manyar Surabaya menjadi sorotan setelah seorang warga membagikan pengalaman yang dialaminya melalui media sosial.

Warga dengan akun @gisgisaaa11 tersebut mengaku mengalami kejadian saat mengurus mutasi keluar sekaligus perpanjangan STNK lima tahunan di Samsat Manyar Surabaya.

Dalam unggahannya, warga menyebut telah membawa dokumen persyaratan dan mengikuti tahapan pemeriksaan fisik kendaraan.

Namun, setelah proses cek fisik selesai, ia mengaku mendapat permintaan uang secara informal.

“Seikhlase ae, Mas,” demikian ucapan yang disebut disampaikan kepadanya setelah proses pemeriksaan fisik.

Warga mengaku tidak memberikan uang tersebut karena mempertanyakan dasar pungutan yang dimaksud.

Persoalan kemudian disebut berlanjut ketika warga hendak meneruskan proses administrasi.

Ia mengaku pelat nomor belakang kendaraannya memang sudah hilang saat perjalanan menuju tempat kerja di Gresik. Menurut pengakuannya, kondisi tersebut telah disampaikan kepada petugas ketika proses pemeriksaan fisik.

Namun, warga mengaku kemudian kembali ditanya mengenai keberadaan pelat belakang tersebut.

“Saya jawab hilang, Pak. Jatuh di jalan waktu berangkat kerja, tak cari lagi sudah tidak ketemu,” tulis warga dalam unggahannya.

Ia juga mengaku sempat menunjukkan bahwa sebelumnya terdapat kendaraan lain dengan kondisi pelat yang tidak lengkap, namun menurut pengakuannya, petugas hanya diam dan mengambil foto kendaraan.

Setelah itu, warga diarahkan menuju tahapan berikutnya dan sempat diperiksa kelengkapan dokumennya oleh petugas keamanan.

Saat mempertanyakan dugaan permintaan uang sebelumnya, warga mengaku mendapat jawaban yang menurutnya semakin menguatkan dugaan adanya pungutan.

“Emang seikhlasnya aja, Mas,” demikian pengakuan warga mengenai jawaban yang diterimanya.

Warga kemudian mengaku diarahkan untuk mendatangi tukang pelat guna memasang pelat nomor belakang.

Ia mempertanyakan alasan tersebut karena menurutnya jika memang pelat hilang, seharusnya ada prosedur resmi yang dapat menjelaskan langkah yang harus dilakukan.

“Kalau pelat hilang, kita cari tidak ketemu, kudu bikin baru di tukang pelat supaya bisa perpanjang?” demikian inti pertanyaan warga dalam unggahannya.

Warga mengaku meminta penjelasan mengenai aturan tersebut. Namun, menurut ceritanya, pihak yang ditemuinya tetap mengarahkan dirinya ke bagian verifikasi.

Karena merasa tidak memperoleh penjelasan yang jelas, warga akhirnya memilih meninggalkan lokasi.

Dalam unggahannya, ia bahkan memperlihatkan dokumen yang dibawanya setelah meninggalkan area pelayanan Samsat.

foto salah satu tangkapan oknum petugas samsat manyar foto salah satu tangkapan oknum petugas samsat manyar


Samsat Surabaya Timur atau yang dikenal sebagai Samsat Manyar memang melayani berbagai administrasi kendaraan, termasuk perpanjangan STNK lima tahunan dan mutasi keluar. 

Untuk perpanjangan STNK lima tahunan, situs resmi Samsat Manyar mencantumkan sejumlah komponen biaya, antara lain PKB, SWDKLLJ, PNBP STNK dan PNBP TNKB. 

Samsat Manyar juga mencantumkan maklumat pelayanan yang menyatakan kesanggupan memberikan pelayanan sesuai kode etik dan standar pelayanan yang telah ditetapkan. 

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan pungutan tersebut masih berdasarkan pengakuan warga yang diunggah melalui media sosial.

Belum diketahui secara pasti identitas petugas yang bertugas saat itu disebut warga maupun apakah permintaan uang dengan istilah “seikhlase ae” tersebut merupakan pungutan resmi, biaya tertentu yang memiliki dasar ketentuan, atau tindakan oknum.

Berita Terbaru

Delapan Orang Diamankan di Hotel Surabaya Terkait Sabu, Tiga Disebut Anggota DPRD

Delapan Orang Diamankan di Hotel Surabaya Terkait Sabu, Tiga Disebut Anggota DPRD

Rabu, 30 Sep 2026 12:41 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:41 WIB

tiga dari delapan orang yang diamankan disebut berstatus sebagai anggota DPRD di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Polisi turut mengamankan sisa sabu…

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Belum tuntas menjadi perhatian publik kabar Willy Angga, kini muncul informasi anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial UAM dikaitkan dengan perkara narkoba…

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Pinjaman Rp240 Juta dan Rp275 Juta Berujung Laporan Polisi, Koperasi BJTI Disorot…

Putra Eks Caleg Gerindra Dikabarkan Diamankan Polisi Terkait Kasus Narkoba

Putra Eks Caleg Gerindra Dikabarkan Diamankan Polisi Terkait Kasus Narkoba

Senin, 28 Sep 2026 11:14 WIB

Senin, 28 Sep 2026 11:14 WIB

Pernah Tersandung Narkoba 2020, Willy Angga Kini Kembali Dikabarkan Diamankan Polisi…

Bukan Sekadar Pengobatan, RS Kemenkes Surabaya Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini.

Bukan Sekadar Pengobatan, RS Kemenkes Surabaya Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung Sejak Dini.

Minggu, 27 Sep 2026 12:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 12:52 WIB

World Heart Day Dorong Masyarakat Cegah Penyakit Jantung, Rumah Sakit Diminta Pastikan Pelayanan Berjalan.…

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

PELNI Cabang Surabaya mengingatkan calon penumpang mewaspadai akun palsu, tawaran tiket mencurigakan, hingga permintaan transfer yang mengatasnamakan perusahaan…