Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Reading: Tingkatkan Kewaspadaan Digital, Pemkot Surabaya Ukur Keamanan Siber ASN Lewat Inovasi HAIS-Q
Share
Aa
Berita Nasional IndonesiaBerita Nasional Indonesia
Aa
  • Dewan Redaksi
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net
Berita Nasional Indonesia > Pemerintahan > Tingkatkan Kewaspadaan Digital, Pemkot Surabaya Ukur Keamanan Siber ASN Lewat Inovasi HAIS-Q
PemerintahanPendidikanTeknologi

Tingkatkan Kewaspadaan Digital, Pemkot Surabaya Ukur Keamanan Siber ASN Lewat Inovasi HAIS-Q

Irman 11 months ago 108 Views
Pemkot Surabaya Ukur Keamanan Siber ASN Lewat Inovasi HAIS-Q

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat sistem keamanan data internal dengan melakukan pengukuran tingkat kesadaran keamanan informasi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diwujudkan melalui inovasi bernama Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q), alat ukur untuk mengevaluasi pemahaman individu terhadap praktik keamanan informasi.

Kepala Bidang Keamanan dan Infrastruktur Teknologi Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (Dinkominfo) Kota Surabaya Yudho Febriadi menjelaskan, HAIS-Q mengukur tujuh aspek penting terkait keamanan informasi. Aspek-aspek tersebut meliputi manajemen kata sandi, tata cara penggunaan email, penggunaan internet, interaksi di media sosial, keamanan perangkat seluler, penanganan informasi sensitif, serta prosedur pelaporan insiden keamanan.

“Metode pengukuran ini mengevaluasi tiga hal utama, yaitu aspek pengetahuan ASN terhadap kebijakan dan prosedur keamanan, aspek sikap positif terhadap kebijakan tersebut, dan aspek perilaku nyata dalam menjaga keamanan informasi,” terang Yudho saat ditemui pada Senin (26/5/2025).

Yudho mengungkapkan, pengukuran dengan HAIS-Q telah dilakukan sejak tahun 2023 dan menunjukkan hasil yang bervariasi antar Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya. Meski demikian, secara umum tingkat kesadaran keamanan informasi di lingkungan Pemkot Surabaya berada dalam batas baik.

“Pengukuran ini diutamakan bagi ASN karena merekalah yang memiliki akses dan mengoperasikan sistem serta aplikasi internal Pemkot Surabaya. Pemahaman yang baik terkait keamanan informasi tentu menjadi krusial,” imbuhnya.

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung
Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik
Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua
Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius
Istri Korban Dugaan Kriminalisasi Polresta Sidoarjo Mengadu ke Komisi III DPR RI

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai implementasi dari Perwali Nomor 68 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Perwali Nomor 62 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Keamanan Informasi Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Yudho menjelaskan bahwa setelah pengukuran dilakukan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada ASN untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap keamanan informasi. Contoh sederhana yang ditekankan dalam pendampingan adalah kebiasaan menghapus catatan diskusi di papan tulis setelah rapat selesai dan penggunaan kata sandi yang kuat.

“Semakin aman sebuah sistem, terkadang memang terasa kurang nyaman bagi pengguna. Namun, keamanan data adalah prioritas. Kami terus memberikan pemahaman mengenai pentingnya langkah-langkah sederhana namun efektif dalam menjaga informasi,” kata Yudho

Bagi ASN yang hasil pengukurannya menunjukkan tingkat kesadaran yang belum optimal, Dinkominfo melakukan evaluasi dan memberikan pengarahan lebih lanjut. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang pesat, tren-tren keamanan terbaru juga akan terus disosialisasikan kepada seluruh pengguna.

“Di dalam SPBE, keamanan informasi menjadi salah satu indikator penting, apalagi menuju pemerintahan berbasis digital di tahun 2026. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran keamanan ini harus terus didorong dan didampingi,” tegas Yudho.

Ia menambahkan, inovasi HAIS-Q dilatarbelakangi oleh keinginan Pemkot Surabaya untuk memastikan bahwa setiap pengguna, terutama ASN, memiliki pemahaman yang baik tentang keamanan informasi. Hal tersebut, sejalan dengan arahan untuk ASN menjadi contoh dan panutan dalam pelaksanaan teknologi informasi yang aman.

“Kami memiliki target untuk terus meningkatkan kesadaran keamanan informasi ASN. Jika saat ini rata-rata sangat baik, harapan kami di tahun berikutnya bisa meningkat signifikan. Dengan meningkatnya kesadaran seluruh ASN, tata kelola pemerintahan digital di Surabaya juga akan semakin baik,” tandasnya.

Yudo berharap, alat ukur keamanan data atau HAIS-Q ini menjadi langkah konkret Pemkot Surabaya dalam menjaga keamanan data dan informasi, serta memberikan rasa aman baik bagi internal pemerintahan maupun masyarakat.“Harapannya ketika semua sudah semakin baik, tentunya iklim ataupun tata kelola pemerintahan digital akan semakin baik di lingkup Pemkot Surabaya,” pungkasnya. (irm)

TAGGED: Pemkot Surabaya
Irman May 27, 2025
Previous Article Pengacara Jan Hwa Diana Temui Wawali Surabaya, Minta Arahan Terkait Pengembalian Barang Bukti
Next Article Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya

Prestasi Mendunia, Tapi Kasus Korupsi KBS Masih Menggantung

7 hours ago

Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik

1 week ago

Pengukuhan Pengurus DPC FPPI Surabaya, Wisnu Wardana Resmi Jabat Ketua

1 week ago

Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Dua Pelajar Gresik Alami Luka Serius

2 weeks ago
about us

Kabar terbaru di Seluruh Indonesia

All Rights Reserved. Seputar Indonesia Net

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?