Krisis Listrik Ancam Jawa, Madura, dan Bali, Pemadaman Bergilir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah.

Reporter : Bcl
foto ilustrasi pemadaman listrik

Surabaya, Seputarindonesia.net – Di tengah kekhawatiran masyarakat akibat berbagai tekanan ekonomi, muncul isu baru yang memicu keresahan publik. Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dikabarkan mulai mengalami pemadaman listrik bergilir yang diduga berkaitan dengan menurunnya pasokan energi untuk pembangkit listrik.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menghadapi keterbatasan stok batu bara sebagai bahan bakar utama. Kondisi tersebut disebut-sebut berdampak pada kemampuan pasokan listrik di sejumlah daerah, sehingga dilakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi darurat kelistrikan, laporan dari berbagai daerah menunjukkan gangguan pasokan listrik mulai dirasakan masyarakat sejak awal pekan ini. Beberapa wilayah di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur dilaporkan mengalami pemadaman dengan durasi yang berbeda-beda.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa langkah pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

"Situasinya belum sampai pada tahap blackout total. Namun untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, sejumlah wilayah harus menjalani pemadaman secara bergantian. Prioritas saat ini adalah memastikan pusat-pusat aktivitas vital tetap mendapatkan suplai listrik yang memadai,” ujarnya.

Dampak kondisi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat. Salah seorang warga Kota Bogor, Jawa Barat, mengaku mengalami pemadaman listrik berulang kali dalam satu hari.

"Listrik padam sejak siang hari, sempat menyala menjelang petang, lalu kembali mati hingga malam. Aktivitas rumah tangga tentu cukup terganggu,” kata Suseno, warga setempat.

Keluhan serupa juga datang dari sejumlah kawasan di Yogyakarta. Warga di wilayah Gejayan dan Kaliurang melaporkan terjadinya pemadaman yang membuat aktivitas masyarakat dan pelaku usaha terganggu.

Pengamat dan pegiat kelistrikan menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi primer bagi pembangkit tetap aman. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat, PLN, dan pemangku kepentingan sektor energi dinilai menjadi kunci untuk mencegah meluasnya gangguan pasokan listrik.

Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri, Teuku Yudhistira, meminta pemerintah bergerak cepat dalam menangani persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi krisis energi yang lebih besar.

"Pemerintah perlu mengambil langkah strategis dan terukur untuk menjamin ketersediaan energi bagi pembangkit listrik. Jangan sampai kondisi ini berdampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti maupun skala gangguan kelistrikan yang terjadi. Namun masyarakat berharap pasokan listrik di wilayah Jamali dapat segera kembali stabil sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru