Tokoh Banyuwangi Selatan Waspadai Oknum Provokasi Tolak Investasi

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tokoh masyarakat Banyuwangi, Suparmin SH
Tokoh masyarakat Banyuwangi, Suparmin SH

i

BANYUWANGI – Tokoh Banyuwangi selatan sekaligus Ketua LSM Konsorsium Demokrasi Banyuwangi (LSM Kodeba), Suparmin, S Pd, SH, menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk mewasdai gerakan ‘Gerombolan Gagal Paham’.

Istilah ‘Gerombolan Gagal Paham’, digunakan untuk menyebut sekawanan oknum tak bertanggung jawab yang terus bergentayangan menyebar fitnah serta provokasi, mempengaruhi masyarakat agar menolak atau menghalang-halangi investasi di Banyuwangi.

Tak peduli investasi tersebut adalah investasi legal atau berizin. Karena tujuan para ‘Gerombolan Gagal Paham’, menurut Suparmin, disinyalir bukan demi kebaikan bersama. Namun dikhawatirkan lebih menjurus pada adanya kepentingan terselubung.

Suparmin membeberkan, salah satu investasi yang kerap dijadikan sasaran target distribusi provokasi adalah investasi yang dilakukan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. Yakni investasi pertambangan emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di wilayah Kecamatan Pesanggaran.

“Saya punya prinsip, kalau galak jangan Cluthak (Red : Rakus). Kalau Cluthak jangan galak. Kalau bisa tidak galak juga tidak Cluthak,” katanya kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Suparmin menyoroti gerak-gerik para ‘Gerombolan Gagal Paham’ lantaran dia memang berdomisili di Banyuwangi selatan. Yakni Kecamatan Bangorejo. Daerah yang kebetulan lokasinya tak jauh dari tempat operasi PT BSI. Maka tak heran jika dia sangat paham oknum atau kelompok mana saja yang benar-benar menginginkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Mbah Parmin, panggilan akrab Suparmin menyampaikan, negara Indonesia adalah Nation State atau negara kebangsaan. Maka sudah menjadi kewajiban bagi dirinya sebagai warga negara untuk taat dan patuh pada peraturan serta Undang-Undan yang berlaku. Sekaligus memiliki hak juga berkewajiban untuk turut membantu pemerintah dalam penegakan supremasi hukum.

“Karena hukum itu sifatnya mengikat dan memaksa. Tetapi aparat penegak hukum masih menggunakan etika hukum, etika moral, etika berbangsa dan bernegara, sehingga masih ada toleransi,” ungkapnya.

Aktivis kawakan ini juga menuturkan bahwa perkara hukum tidak harus dibawa ke pengadilan atau Litigasi. Tetapi juga bisa ditempuh melalui jalur Non Litigasi alias cara kekeluargaan atau penyelesaian diluar persidangan. Dan selama ini, PT BSI yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, lebih memilih penyelesaian secara kekeluargaan.

“Sedangkan perusahan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang saya dengar sampai hari ini masih menggunakan cara-cara non litigasi,” ujar Suparmin.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak serta merta percaya begitu saja pada provokasi para ‘Gerombolan Gagal Paham”. Suparmin menduga, ‘Gerombolan Gagal Paham’ hanya ingin mendapat sesuatu. Dan lalu akan cepat ambil langkah seribu ketika masyarakat yang terprovokasi tersandung kasus hukum.

“Saya menyampaikan ini terlepas suka atau tidak suka pada keberadaan tambang emas PT BSI. Saya hanya mengajak masyarkat agar lebih waspada dan tetap menjadi warga negara yang baik, yang mendukung penuh investasi berizin,” cetus Suparmin.

“Karena pada dasarnya, tujuan pemerintah medorong investasi adalah untuk percepatan kemajuan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan masyarakat harus terus membentengi diri dari pengaruh para ‘Gerombolan Gagal Paham,” tambahnya. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Teknologi itu memiliki 3 keunggulan diantaranya, resolusi yang tajam dan detail, dosis radiasi rendah serta memiiki kecepatan tinggi…

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYA- Satresnarkoba Polrestabes Surabaya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan tangkap lepas terhadap dua orang  pria di kawasan …

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

DIGEREBEK POLISI! 20 Orang Positif Narkoba di Tiga THM Surabaya, Station Tunjungan Jadi Sorotan…

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Penunggang Demo di Grahadi, 11 Orang Diamankan Sebelum Aksi Berakhir…

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan…