Festival Rujak Uleg 2024, Wujud Kebersamaan dan Kekeluargaan Warga Membangun Surabaya

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Festival Rujak Uleg Tahun 2024 Di Balai Kota Surabaya
Festival Rujak Uleg Tahun 2024 Di Balai Kota Surabaya

i

Senin,20 Mei 2024

SURABAYA-Sebanyak 5 ribu lebih warga Kota Surabaya tumplek blek di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5/2024) pagi. Mereka turut menjadi saksi kemeriahan Festival Rujak Uleg 2024 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Serangkaian acara mengawali festival tahunan itu, mulai dari teatrikal Pasar Suroboyo ‘The History of Rujak Cingur’, lomba fashion show Akulturasi Budaya Surabaya, ‘ngulek’ rujak bareng, hingga Lomba Rujak Uleg. Tahun ini, Festival Rujak Uleg mengusung ‘The History of Rujak Cingur’, sehingga konsep dan lokasinya juga berbeda dari tahun sebelumnya.Biasanya, festival yang selalu ditunggu-tunggu setiahttps://seputarindonesia.net/wp-admin/p tahun ini digelar di Jalan Kembang Jepun Kya-Kya pada malam hari. Namun, tahun ini digelar di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya pada pagi hari. Alhasil, warga yang penasaran untuk menyaksikan dan menikmati kuliner khas Surabaya itu semakin membludak. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Festival Rujak Uleg 2024 memiliki konsep, tema, dan lokasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk kenyamanan dan menarik minat masyarakat untuk datang menyaksikan festival tersebut. “Insyaallah tahun depan temanya akan berbeda lagi, karena kita akan membuat tema yang berbeda-beda terus. Seperti adanya teatrikal, yang menceritakan awal mulanya rujak itu seperti apa, ini penting supaya warga tahu sejarahnya rujak uleg,” kata Wali Kota Eri.Menurutnya, penentuan tema rujak uleg itu disesuaikan dengan penempatan lokasi acara. Misalnya, Festival Rujak Uleg itu digelar dengan tema Mengenang Kota Lama, maka bisa digelar di Kota Lama. Akan tetapi jika nantinya ada tema berbeda, maka Festival Rujak Uleg ini bisa digelar di Balai Kota Surabaya. Ia juga menjelaskan alasannya menggelar Festival Rujak Uleg 2024 di Balai Kota Surabaya. Salah satunya karena kapasitasnya yang lebih luas daripada di Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun. Ia mengatakan bahwa jika Festival Rujak Uleg digelar di Kya-Kya, maka akan terasa sempit karena area yang digunakan memanjang. Sedangkan di Balai Kota Surabaya, areanya lebih luas dan melebar. “Pengunjungnya lebih banyak yang ini daripada di Kya-Kya, di Balai Kota Surabaya ini jumlahnya bisa 8000 lebih kalau full. Kalau di Kya-Kya kan memanjang, terus space-nya kecil, sehingga akan kelihatan penuh, tetapi (jumlahnya) tidak sebanyak di sini,” ujarnya. Selain tema dan lokasi yang berbeda, jumlah porsi yang disuguhkan dalam Festival Rujak Uleg 2024 juga berbeda. Kali ini, Wali Kota Eri menyiapkan sebanyak 731 porsi rujak untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Surabaya. Jumlah tersebut disesuaikan dengan angka peringatan HJKS yang kini memasuki usia ke-731. Pesertanya pun juga berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau di tahun sebelumnya terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), hotel, dan masyarakat umum di Surabaya. Kini, pesertanya hanya diikuti oleh masyarakat umum, komunitas, hotel, restoran, sekolah, dan universitas. Di dalam event ini, masyarakat tak perlu khawatir sampai tidak kebagian rujak, karena 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 yang berpartisipasi dalam lomba Rujak Uleg telah menyiapkan sebanyak 800 porsi rujak yang bisa dinikmati bersama seluruh masyarakat. “Jadi, ada 731 yang dari pemkot, tapi yang dari peserta sekitar 800-an porsi. Berarti ada sekitar 1.500 porsi lebih yang kita bagikan kepada warga,” katanya. Wali Kota Eri menyampaikan, Festival Rujak Uleg bukan sekadar acara untuk menikmati sajian lokal khas Surabaya. Akan tetapi, digelarnya festival ini juga sebagai wujud untuk memaknai rasa kebersamaan, toleransi, dan kerukunan warganya dalam membangun Kota Surabaya. Rasa kebersamaan, toleransi, dan kerukunan itu diibaratkan seperti bahan-bahan yang digunakan sebagai racikan rujak uleg. Mulai dari cingur, sayur-sayuran, buah-buahan, tahu, tempe, hingga petis yang dicampur menjadi satu bagian sajian kuliner rujak uleg. “Nah, Surabaya juga begitu,” tegasnya.Bagi dia, Surabaya ini filosofinya terdiri dari semua agama, semua suku, semua lapisan masyarakat, ini harus menjadi satu. Maka dari itu, Surabaya tidak bisa dilepaskan dari toleransi. Seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan ada rasanya, tanpa ada petis, maka akan terasa hambar. “Begitu juga Surabaya, tanpa ada agama Kristen akan terasa hambar, tanpa agama Islam dan Buddha juga tidak akan terasa, tanpa ada suku Jawa, Tionghoa, dan Madura, juga tidak akan terasa. Maka dari itulah Surabaya dibangun atas dasar kebersamaan dan kekeluargaan seperti rujak uleg ini,” paparnya. Dengan adanya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar warga, pemkot berhasil menurunkan angka stunting hingga tersisa 1,6 persen dan ini terendah se-Indonesia. Bahkan, dengan adanya kebersamaan dan kekeluargaan itu pula, pemkot berhasila menurunkan angka kemiskinan hingga menjadi 4,6 persen. Meskipun angka kemiskinan dan stunting terus menurun drastis setiap tahunnya, ia berharap, masyarakat tidak berpuas diri. Sebab, menurut dia saat ini Kota Surabaya masih belum merdeka dari kemiskinan, stunting, hingga anak putus sekolah. Maka dari itu, di Peringatan HJKS ke-731 ini, ia ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Surabaya menjadi kota yang sejahtera ke depannya. “Ayo terus dijaga kekuatan kebersamaan ini, karena Surabaya belum merdeka. Masih ada kemiskinan, masih ada stunting, masih ada putus sekolah. Maka kita membutuhkan kekuatan kebersamaan seperti Rujak Uleg, menjadi satu bagian besar, karena kita juga akan membentuk Kampung Madani, kampung yang beradab untuk memberikan kesejahteraan kepada warga di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terbaru

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji…

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

TTL memperkuat konektivitas internasional melalui CSE Service dan SCJX Service serta 25 kunjungan kapal nonreguler hingga September 2026.…

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Dari Gus Kikin hingga Kiai Sepuh Kediri, Ini Momen Silaturahmi Kapolri di Tebuireng…

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Eks Cak Surabaya 2019 Ronzah Adenin Ditangkap Kasus Sabu, Kini Muncul Pengakuan Perempuan soal Dugaan Pelecehan Berkedok Utang…

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Kasat Narkoba Tanjung Perak Benarkan Penangkapan Alumni Cak dan Ning 2019, Satu Poket Sabu Diamankan…