BHS Lepas 12 Truk Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Nagekeo Jadi Prioritas

author HBSI

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
bambang Haryo Soekarto (B.H.S) ketika meninjau bantuan yang akan di kirim
bambang Haryo Soekarto (B.H.S) ketika meninjau bantuan yang akan di kirim

i

SURABAYA,Seputarindonesia.net – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) melepas 12 truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk para penyintas gempa, Jumat (21/8/2026).

Bantuan tersebut secara khusus menyasar Kabupaten Nagekeo. Wilayah ini menjadi salah satu prioritas lantaran distribusi bantuan yang diterima masyarakat terdampak dinilai masih terbatas.

“Nagekeo menjadi prioritas karena informasi yang kami terima, bantuan yang masuk ke wilayah tersebut masih cukup terbatas. Karena itu, kami berupaya mengirimkan bantuan secara langsung agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar BHS saat pelepasan bantuan di Surabaya.

BHS menyadari proses distribusi bantuan ke lokasi terdampak tidak mudah. Kerusakan infrastruktur akibat gempa, termasuk sejumlah ruas jalan dan jembatan, menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang membawa bantuan.

“Kami berharap proses pengiriman dan distribusi dapat berjalan lancar. Memang kondisi infrastruktur di beberapa titik terdampak cukup berat, ada jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan. Namun, kami akan berupaya agar bantuan ini tetap bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Pengiriman bantuan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Dharma Lautan Utama serta Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP).

Sebelum bantuan diberangkatkan, koordinasi dilakukan dengan posko bencana dan masyarakat setempat untuk memetakan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.

“Kami tidak ingin bantuan yang dikirim justru tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, sebelumnya kami berkoordinasi dengan posko bencana dan masyarakat di lokasi untuk mengetahui barang apa saja yang paling dibutuhkan para penyintas,” jelas BHS.

Adapun bantuan yang diberangkatkan terdiri atas susu, obat-obatan, perlengkapan ibu dan anak, selimut, generator set (genset), kabel, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu lebih dari 1.000 kepala keluarga yang terdampak gempa dan hingga kini masih membutuhkan dukungan.

Menurut BHS, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pangan dan logistik. Pemulihan kondisi psikologis para korban, khususnya anak-anak, juga harus menjadi perhatian serius.

“Trauma healing harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Anak-anak yang mengalami atau menyaksikan bencana tentu membutuhkan pendampingan agar trauma mereka tidak berlarut-larut,” tuturnya.

Ia mendorong pemerintah daerah, kepolisian, rumah sakit, serta para relawan untuk segera memperkuat layanan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.


Selain kebutuhan pokok, BHS juga mengirimkan sejumlah mainan edukatif untuk anak-anak yang berada di pengungsian. Mainan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana membantu anak-anak kembali beraktivitas sekaligus mengurangi tekanan psikologis akibat bencana.

“Kami juga menyertakan mainan edukatif untuk anak-anak. Ini memang sederhana, tetapi kami berharap bisa membantu mereka kembali ceria dan memberikan ruang untuk bermain di tengah situasi sulit yang mereka alami,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, BHS meminta pemerintah mempercepat proses pemulihan fasilitas belajar yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Jangan sampai anak-anak terlalu lama kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah yang rusak harus segera didata dan dilakukan percepatan pembangunan atau perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.

BHS yang juga menjabat Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI tersebut turut mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah mengerahkan sejumlah menteri untuk mempercepat penanganan bencana di NTT.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana. Semua pihak harus bergerak bersama, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar, memberikan pendampingan psikologis maupun mempercepat pemulihan infrastruktur dan pendidikan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

jualan sabu selama tiga tahun, bisa edar hingga 10 paket sehari, pemasok masih DPO

jualan sabu selama tiga tahun, bisa edar hingga 10 paket sehari, pemasok masih DPO

Rabu, 30 Sep 2026 21:23 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:23 WIB

Edarkan Sabu hingga 10 Paket Sehari, Pemuda 23 Tahun Ditangkap di Lakarsantri…

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI

Rabu, 30 Sep 2026 21:01 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:01 WIB

Wire Rope BPI Disorot di Persidangan, Saksi Ungkap Barang Dipasok Lengkap dengan Sertifikat SNI…

Delapan Orang Diamankan di Hotel Surabaya Terkait Sabu, Tiga Disebut Anggota DPRD

Delapan Orang Diamankan di Hotel Surabaya Terkait Sabu, Tiga Disebut Anggota DPRD

Rabu, 30 Sep 2026 12:41 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:41 WIB

tiga dari delapan orang yang diamankan disebut berstatus sebagai anggota DPRD di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Polisi turut mengamankan sisa sabu…

Warga Ungkap Dugaan Pungli di Samsat Manyar Surabaya, Mengaku Diminta “Seikhlase Ae”

Warga Ungkap Dugaan Pungli di Samsat Manyar Surabaya, Mengaku Diminta “Seikhlase Ae”

Rabu, 30 Sep 2026 12:24 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:24 WIB

Urus Mutasi Keluar dan Perpanjangan STNK 5 Tahunan, Warga Sebut Sempat Dicegat hingga Pelat Kendaraan Difoto…

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Dua Kabar Narkoba Beruntun, Nama yang Terafiliasi Gerindra Jatim Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 10:45 WIB

Belum tuntas menjadi perhatian publik kabar Willy Angga, kini muncul informasi anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial UAM dikaitkan dengan perkara narkoba…

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Pegawai PT Terminal Teluk Lamong Adukan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Koperasi BJTI ke Polisi

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:54 WIB

Pinjaman Rp240 Juta dan Rp275 Juta Berujung Laporan Polisi, Koperasi BJTI Disorot…