Kakanwil Minta Jajarannya Dengarkan Keluhan Narapidana Saat di Lapas Surabaya

seputarindonesia.net
Kunjungan Kanwil Kumham di Lapas Surabaya

Seputarindonesia.net II SIDOARJO- Kanwil Kemenkumham Jatim berupaya meningkatkan pelayanan di lapas/ rutan. Kakanwil Zaeroji meminta jajarannya untuk lebih mendengarkan keluhan para warga binaan.

Hal itu disampaikan Zaeroji saat mengunjungi Lapas I Surabaya hari ini (17/5). Didampingi Kalapas Jalu Yuswa Panjang, Zaeroji memberikan arahan kepada seluruh pejabat struktural.

Baca juga: 127 sapi, 22 kambing Diserahkan Polda Jatim di Idul Adha 1447 H Tahun 2026 

Zaeroji mengumpamakan lapas/ rutan sebagai 'rumah sakit.' "Karena banyak orang sakit di sini, baik secara mental maupun perilaku," ujarnya.

Untuk itu, pria kelahiran Samarinda itu berharap para petugas lapas bisa 'menyembuhkan' para narapidana. Jangan sampai mereka kambuh dan mengulangi perbuatannya. Salah satu caranya adalah dengan meggunakan pendekatan dari hati ke hati. "Petugas harus banyak mendengar keluhan dari narapidana, jangan sampai mereka stres," pesan Zaeroji.

Baca juga: Rekam Pawai Surabaya Vaganza, Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Jalan Tunjungan

Mantan Sekretaris Ditjen Imigrasi itu juga meminta jajarannya untuk mengoptimalkan pembinaan. Dia mencontohkan pembinaan industri meubelair yang sudah merambah pasar ekspor. Menurutnya, pihak lapas harus mendorong warga binaannya untuk aktif ikut pembinaan dan meningkatkan keterampilannya. "Sehingga ketika di dalam, mereka punya kesibukan, ketika bebas mereka sudah punya bekal," urainya.

Selain itu, dia berharap para petugas bisa menjaga kondusifitas lapas. Riak-riak kecil yang ada harus bisa diselesaikan. Kekompakan menjadi hal penting yang harus diutamakan. "Petugas harus tanggap, ketika ada potensi risiko, segera laporkan dan cari jalan keluar," jelasnya.

Baca juga: Tersangka Otak Penyekapan Satu Keluarga asal Jombang Ternyata Wanita

Terakhir, dia meminta jajarannya untuk terus berinovasi. Karena tuntutan dari masyarakat sangat dinamis. Yaitu dengan mulai memperhatikan hal-hal kecil di sekitar. "Jangan terlena dengan predikat WBK/ WBBM, terus berinovasi dan berikan yang terbaik untuk masyarakat," pesannya.(*)

Editor : admin

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru