Perbakin Surabaya Nonaktifkan Terduga, Tegaskan Bukan Pelatih Resmi dan Dukung Penuh Proses Hukum

author Bcl

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA,Seputarindonesia.net – Pengurus Perkumpulan Menembak Indonesia (Perbakin) Surabaya menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait kasus yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Organisasi perbakin surabaya menegaskan bahwa terduga yang saat ini menjadi sorotan telah dinonaktifkan dari kepengurusan dan tidak lagi memiliki status sebagai pengurus Perbakin Surabaya.

Hadi susilo wakil ketua perbakin surabaya menyebutkan bahwa keputusan penonaktifan telah diberlakukan berdasarkan surat resmi yang diterbitkan organisasi. Selain itu, terduga juga dipastikan bukan pelatih resmi yang berada di bawah naungan Perbakin Surabaya.

“Per hari Rabu, 12 Juni, yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dan tidak lagi menjadi pengurus Perbakin Surabaya. Kami juga menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan pelatih resmi Perbakin,” ujar Hadi wakil ketua pengurus Perbakin Surabaya.

perbakin surabaya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan privat yang selama ini dijalankan oleh terduga memang berlangsung di area fasilitas Perbakin Jawa Timur. Namun demikian, kegiatan tersebut disebut bukan merupakan program ataupun agenda resmi yang diselenggarakan Perbakin Surabaya.

Atas peristiwa yang terjadi, Perbakin Surabaya mengaku prihatin, kecewa, dan menyayangkan dugaan kasus yang mencuat. Organisasi menegaskan posisinya untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada korban.

“Kami merasa prihatin, marah, dan kecewa atas kejadian ini. Dalam persoalan ini, Perbakin Surabaya memposisikan diri berpihak kepada korban,” tegasnya.

Perbakin Surabaya juga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Organisasi menyatakan akan bersikap kooperatif dan membantu kebutuhan penyidikan yang diperlukan oleh kepolisian.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan mempermudah setiap kebutuhan pemeriksaan dari pihak kepolisian,” lanjutnya.

Sebagai langkah antisipatif, Perbakin Surabaya bersama pihak terkait berencana memberikan imbauan kepada seluruh atlet menembak beserta orang tua mereka. Selain itu, organisasi juga akan membekukan sementara seluruh aktivitas yang berkaitan dengan komunitas atau kegiatan Lasafa hingga situasi dinilai kondusif.

Di sisi lain, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) disebut akan memberikan pendampingan dalam menyikapi persoalan tersebut. Perbakin Surabaya juga menegaskan bahwa kegiatan club Lasafa tidak berada di bawah naungan organisasi tersebut.

Untuk memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan ke depan, Perbakin Surabaya telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. Di antaranya membentuk secara resmi tim atlet tembak reaksi dengan menunjuk pelatih profesional yang memiliki kompetensi dan legalitas yang jelas.

Selain itu, pengurus juga berencana menambah jumlah kamera pengawas (CCTV) di area lapangan tembak guna meningkatkan keamanan dan pengawasan selama kegiatan berlangsung.

Perbakin Surabaya juga kembali mengingatkan para orang tua agar selalu mendampingi putra-putrinya saat mengikuti latihan maupun kegiatan olahraga menembak.

Terkait status terduga, organisasi menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak tercatat sebagai pelatih resmi Perbakin. Apabila dalam proses hukum nantinya terbukti bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap, Perbakin Surabaya menyatakan siap menjatuhkan sanksi organisasi yang tegas.

“Jika terbukti bersalah sesuai proses hukum yang berlaku, kami dapat mencabut seluruh sertifikasi dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Perbakin yang bersangkutan untuk seumur hidup,” tegas pengurus.

Hingga saat ini, Perbakin Surabaya menyatakan tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan serta proses hukum yang sedang berjalan di Polrestabes Surabaya.

Tag :

Berita Terbaru

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Jelang Nataru 2026-2027, PELNI Tebar Diskon Tiket 30 Persen, Kuota 414 Ribu Penumpang

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 19:45 WIB

Diskon Tiket PELNI 30 Persen Resmi Dibuka, Warga Diminta Jangan Sampai Kehabisan Kuota…