SUMENEP- Pihak keluarga diduga korban pecabulan inisial J dihubungi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep. Petugas itu mengaku hendak mengantarkan makanan pasa, Selasa, 10/01/2022.
Baca juga: Diduga Kabur dengan Pria, Remaja 18 Tahun di Pamekasan Dilaporkan Hilang
Hal itu diketahui sejumlah wartawan saat petugas Dinsos Sumenep menghubungi salah satu perwakilan keluarga korban dugaan pemerkosaan.
"Ada dimana mas, saya mau nganter makanan. Alamatnya dimana? ," kata pihak Dinsos Sumenep melalui telepon kepada perwakilan korban.
Baca juga: PNIB Minta Aparat Pertimbangkan Izin Kehadiran Rizieq Shihab di Acara Palestina di Pamekasan
Pihaknya terkesan memaksa hanya mau mengantarkan makanan. "Saya mau antar makanan," lanjutnya.
Sementara, Kadinsos Sumenep belum juga bisa berbuat banyak terkait kasus korban pencabulan oleh oknum guru ngaji inisial AW yang sekaligus ketua RT desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep.
Baca juga: Klarifikasi Viralnya Video Bagi Uang oleh Gus Miftah, H Her Angkat Bicara
Bahkan, Kata-katanya tak Selaras Fakta, karena Dinsos Sumenep hanya menawarkan makanan terhadap Korban Pencabulan dan berbanding 180 derajat dari pernyataan yang disampaikan ke media online bahwa Dinsos P3A Sumenep Siapkan Pendampingan Hukum dan Terapi Pemulihan Mental Korban Pencabulan Masalembu.
Saat tim media ini melakukan upaya konformasi, Kadinsos Sumenep, Achmad Dzulkarnain tidak bisa dihubungi.(amn/hn)
Editor : admin