Warga Kembangkan Usaha Via E-Peken, Eri Bangga

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Surabaya dan warga kembangkan aplikasi E-Peken
Walikota Surabaya dan warga kembangkan aplikasi E-Peken

i

SURABAYA-Titik Rahmawati (46) adalah satu di antara warga Kota Surabaya yang sudah menggunakan aplikasi E-Peken untuk menambah pendapatan keluarga. Sejak sekitar dua tahun lalu, toko kelontong miliknya telah bergabung dalam aplikasi belanja online milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun berkesempatan melihat langsung toko kelontong milik Titik Rahmawati di Jalan Kalidami 8/25A, RT04/RW10 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng Surabaya, Selasa (27/12/2022).

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya itu mendadak ingin mengunjungi toko kelontong milik Bunda Titik-sapaan lekat Titik Rahmawati, yang berada gang perkampungan. Ia pun berharap besar kepada warga agar dapat mencontoh kemauan berusaha seperti yang sudah dilakukan Bunda Titik.

"Alhamdulillah, di Kampung Kalidami khususnya di RW 10, ada namanya Bu Titik. Dimana beliau ini untuk menambahkan penghasilan keluarganya, bahkan menyekolahkan putra-putrinya itu membuka E-Peken," kata Wali Kota Eri Cahyadi di sela kunjungan.

Melalui E-Peken, Wali Kota Eri menyebut, jika toko kelontong milik Bunda Titik terus berkembang dan menambah penghasilan keluarga. Hingga akhirnya, barang-barang yang dijual di toko kelontong Bunda Titik terus bertambah. "Itulah yang saya harapkan, wong Suroboyo (Orang Surabaya) ayo berusaha," pintanya.

Wali kota yang lekat disapa Cak Eri itu mengaku akan lebih mendukung warga yang mau berusaha dan ingin meningkatkan ekonomi keluarga. Dari pada, warga itu hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah tanpa berusaha. "Kita bisa belajar kepada Bu Titik ini, tanpa mengenal lelah (mau berusaha). Akhirnya kita memberikan bantuan," sebutnya.

Apalagi lagi, kata Cak Eri, perangkat RW 10 Kelurahan Mojo juga memberikan perhatian kepada warga. Seperti misalnya, ketika ada anak putus sekolah, perangkat RT/RW setempat berusaha untuk mencarikan bantuan. Baginya, hal itulah yang seharusnya dilakukan untuk menjadikan RW mandiri.

"Inilah yang menjadikan RW mandiri. Jadi saya bilang, bahwa RW mandiri itu maka di dalam satu RW tidak ada anak putus sekolah, tidak ada stunting, tidak ada yang tidak mampu, semuanya jadi bahagia. Karena siapa? Karena kekuatan RW dan RT-nya. Nah, pemerintah akhirnya support di atasnya, memberikan pekerjaan," katanya.

Makanya, Cak Eri juga mengapresiasi peran perangkat RW 10 Kelurahan Mojo dalam memberikan perhatian kepada warga. Bahkan, ia pun meminta jajarannya di lingkup pemkot untuk membantu mendirikan toko kelontong di wilayah tersebut. Nantinya toko kelontong ini akan menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Ke depan, dia berharap, toko kelontong yang didirikan itu menjadi unit usaha yang dapat menambah penghasilan keluarga di lingkungan RW 10 Kelurahan Mojo. Utamanya, bagi warga tidak mampu atau pendapatan keluarganya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

"Di RW 10 nanti dibuatkan satu toko kelontong. Jadi, warga yang ingin mendapatkan penghasilan dan pendapatannya masih di bawah UMK Surabaya, gabung di sana (toko kelontong) dan satu RW belinya di sana," harapnya.

Di lain hal, Cak Eri berharap besar kepada warga agar dapat membeli kebutuhan di warung atau toko kelontong milik tetangga dari pada di toko modern. Sebab, menurutnya, ketika warga itu mengalami musibah, seperti sakit atau meninggal dunia, justru yang membantu adalah tetangga.

"Maka saya minta seluruh RW itu beli di toko kelontong yang disediakan oleh RW, yang terdiri dari warga tidak mampu dan pemerintah memastikan bahwa barangnya itu murah. Itu akan kita jalankan di RW 10 Kalidami, kita punya RW yang luar biasa, kita punya Bu Titik yang luar biasa, itu menjadi contoh betul," terangnya.

Sementara itu, Bunda Titik mengaku sudah bergabung ke dalam aplikasi E-Peken hampir berjalan 2 tahun. Ia mengungkapkan bahwa toko kelontong yang diberi nama Toko Rahmat ini tergabung dalam pembinaan Koperasi Gubeng Maju Bersama.

"Saya kebetulan pengurus Koperasi Gubeng Maju Bersama. Waktu di awal-awal

Berita Terbaru

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Senin, 19 Okt 2026 22:03 WIB

Bos BPI Banding Usai Divonis Bersalah, Edward Raimond: Ada Prinsip Hukum yang Harus Diuji…

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Dua Rute Pelayaran Baru Perkuat Konektivitas Internasional Terminal Teluk Lamong

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:28 WIB

TTL memperkuat konektivitas internasional melalui CSE Service dan SCJX Service serta 25 kunjungan kapal nonreguler hingga September 2026.…

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Polisi Dalami Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya, Dua Bocah Tetangga Diperiksa

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 19:27 WIB

Tragedi di Rungkut! Bocah Down Syndrome Tewas, Polisi Periksa Dua Anak Tetangga…

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Kapolri dan Para Kiai Sepuh Berkumpul di Tebuireng, Ziarah ke Makam Gus Dur Jadi Momentum Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:12 WIB

Dari Gus Kikin hingga Kiai Sepuh Kediri, Ini Momen Silaturahmi Kapolri di Tebuireng…

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Usai Ditangkap Kasus Sabu, Ronzah Adenin Eks Cak Surabaya 2019 Disorot, Perempuan Mengaku Dimanfaatkan karena Utang

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:50 WIB

Eks Cak Surabaya 2019 Ronzah Adenin Ditangkap Kasus Sabu, Kini Muncul Pengakuan Perempuan soal Dugaan Pelecehan Berkedok Utang…

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Pernah Jadi Duta Lalu Lintas, Ronzah Adenin Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:47 WIB

Kasat Narkoba Tanjung Perak Benarkan Penangkapan Alumni Cak dan Ning 2019, Satu Poket Sabu Diamankan…