Puluhan Oknum Penyidik Polres Sampang Diduga Melakukan Penggelapan BB

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Laporan pengaduan
Laporan pengaduan

i

SAMPANG- Sebanyak 12 oknum penyidik Polres Sampang diduga melakukan penggelapan Barang Bukti (BB). Kasus tindak pidana dan kode etik itu dilaporkan kuasa hukum Alif Imam Nawawi bin Imam oleh Pengacara Muda Surabaya, Taufiq MD.

Usai mendapat pengaduan dari Kliennya, Bung Taufiq MD Kuasa Hukum Alif Imam Nawawi pada Sabtu 4 Febuari langsung melakukan Laporan ke Kepolisian Resor (Polres) Sampang terkait dugaan para oknum penyidik melakukan penggelapan Barang Bukti milik Klien.

Bung Taufiq menjelaskan, Laporan tindak pidana dan kode etik tersebut bermula saat Klien Alif Imam Nawawi Bin Imam merasa sulit untuk mendapatkan handphonenya ketika selesai menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus penadahan sesuai yang dimaksud dalam pasal 480 Ke 1E KUHP. pada 14 Desember 2022 lalu.

" Alif Imam Nawawi (Klien) hingga detik ini belum bisa mengambil handphone yang nilainya sekitaran Rp 5 juta," ujar Bung Taufiq.

Rasa kecewa yang mendalam kepada pihak Polisi Sampang dirasakan Alif lantaran dirinya tak berhasil meminta HPnya sendiri, jujur saja HP itu bukanlah hasil dari pembelian yang di duga hasil curian melainkan ini HP saya sendiri kok dipersulit oleh Polisi Sampang.

Mendengar pengaduan dari kliennya, saya selaku Kuasa Hukum Alif Imam Nawawi menilai ini jelas jelas ada aroma tindak pidana penggelapan dan kode etik dan saya meminta kepada Kapolres Sampang untuk segera memproses pengaduan ini.

"Saya mendesak kepada Kapolres Sampang segera memproses pengaduan ini juga pihak Kapolda Jatim melalui Irwasda untuk melakukan audit investigasi kepada ke 12 Oknum Penyidik tersebut, artinya Marwah Polri harus diselamatkan karena saya tidak ingin reputasi Polri kembali tercoreng karena ulah oknum ," tandasnya.

Sementara KasiHumas Polres Sampang IPDA Sujianto saat dikonfirmasi oleh media ini pada Jumat 10/2/2023 sekitar pukul 16.11 Wib menjelaskan, Surat Laporan itu dikirim dalam bentuk PDF ke Eks Kasihumas Polres Sampang Sunaryo.

Namun oleh Eks KasiHumas Sunaryo kemudian diberitaukan ke pihaknya dan Surat tersebut sudah di sampaikan ke pihak Satreskrim dan oleh pihak Satreskrim saat ini sedang dipelajari dan masih mendalami siapa yang dimaksudkan dari 12 oknum penyidik yang disebutkan didalam surat Pengaduan Kuasa Hukum itu.(hn/imin)

Berita Terbaru

Dindik Tulungagung Dapat Penghargaan SAKIP 2026

Dindik Tulungagung Dapat Penghargaan SAKIP 2026

Senin, 02 Nov 2026 09:38 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:38 WIB

Tulungagung,SeputarIndonesia.net- Dinas pendidikan Kabupaten Tulungagung menerima anugerah terbaik penghargaan ( Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Daerah)…

Omah Sehat Bersinar Edukasi 1.100 Warga Binaan Lapas Porong, Perkuat Pencegahan Narkoba dan Pembinaan Rohani

Omah Sehat Bersinar Edukasi 1.100 Warga Binaan Lapas Porong, Perkuat Pencegahan Narkoba dan Pembinaan Rohani

Minggu, 01 Nov 2026 19:24 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 19:24 WIB

Omah sehat bersinar beri edukasi warga binaan lapas porong…

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…