Pelindo Regional 3 Tegaskan Eksekusi Lahan di Tanjung Perak Sesuai Prosedur Hukum Tetap

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

​Surabaya,Seputarindonesia.net – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 memberikan klarifikasi resmi terkait isu sengketa lahan dan pemanfaatan aset di kawasan Tanjung Perak, Surabaya. Langkah ini diambil sebagai bentuk keterbukaan informasi publik guna meluruskan opini yang berkembang di masyarakat.​Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan bahwa penanganan sengketa lahan tersebut telah melalui seluruh tahapan hukum yang berlaku di Indonesia.​​Dalam konferensi pers yang digelar, Purwanto memaparkan bahwa perkara ini telah melewati rangkaian persidangan panjang, mulai dari tingkat Pengadilan Negeri hingga Peninjauan Kembali (PK).

​"Seluruh proses hukum telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Hal ini merujuk pada Putusan PN Surabaya Nomor 865/Pdt.G/2017/PN.Sby yang dikuatkan hingga Putusan Peninjauan Kembali Nomor 71/X/2023/PN.Sby," ujar Purwanto.

​Berdasarkan legalitas tersebut, Pengadilan Negeri Surabaya melalui juru sita telah melaksanakan eksekusi pada 21 Mei 2024. Objek sengketa berupa lahan berstatus Hak Pengelolaan (HPL) di Jalan Teluk Kumai Barat No. 38C dan Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A kini secara sah berada di bawah kewenangan penuh Pelindo.​​Menanggapi klaim pihak terkait mengenai kepemilikan bangunan di atas lahan tersebut, Pelindo memberikan penjelasan detail. Purwanto membenarkan adanya transaksi pembelian bangunan oleh pihak yang bersangkutan, namun menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mencakup kepemilikan tanah.

​"Pembelian tersebut hanya mencakup bangunan, tidak termasuk tanahnya. Status tanah sejak awal adalah HPL atas nama PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Secara hukum, bangunan tidak diperkenankan berdiri di atas tanah HPL tanpa izin," tegasnya.

​Terkait penggunaan lokasi sebagai Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Pelindo menyatakan hal tersebut adalah pemanfaatan aset yang legal. Penggunaan lahan tersebut merupakan hasil kerja sama resmi antara Pelindo dengan Polres Tanjung Perak yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tertanggal 15 Agustus 2025.​​Sebelum tindakan eksekusi dilakukan, Pelindo mengaku telah berulang kali menempuh jalur mediasi dan pendekatan persuasif kepada pihak penghuni. Namun, opsi-opsi penyelesaian yang ditawarkan selalu ditolak.

​"Kami memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Seluruh tindakan kami berlandaskan hukum, sehingga tidak ada unsur perbuatan melawan hukum seperti isu yang beredar," imbuh Purwanto.

​Menutup keterangannya, Pelindo Regional 3 bersama Polres KP3 berkomitmen untuk terus menjaga aset negara dan menegakkan kepastian hukum, sembari tetap membuka ruang komunikasi yang konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…