Terprovokasi Omongan Warga, Mbah Man Tusuk Soponyono hingga Perutnya Robek

author Bcl

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

TUBAN,SeputarIndonesia.net— Warga Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, digemparkan oleh aksi penusukan yang menimpa Soponyono, pendiri Majelis Rumah Kebon Juang. Korban ditusuk oleh Suparman alias Mbah Man setelah diduga terprovokasi informasi yang disampaikan seorang warga berinisial R alias Rato.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) di sebuah toko milik Erlin. Sebelum kejadian, korban disebut tidak memiliki persoalan langsung dengan Suparman.

Kejadian bermula sekitar sepekan sebelumnya, tepatnya Minggu (2/8/2026) pagi. Saat itu, Soponyono sedang berolahraga dan tidak sengaja bertemu dengan istri Suparman yang tengah duduk bersama Rato di depan rumah.

Korban kemudian menyapa dan menanyakan alasan istri Suparman tidak menghadiri pengajian rutin malam Minggu serta tidak berjualan bensin seperti biasanya.

Dalam percakapan tersebut, R disebut menyampaikan bahwa bensin milik keluarga Suparman telah dihancurkan. Sementara istri Suparman mengaku baru saja dimarahi oleh suaminya.

Mendengar keluhan tersebut, Soponyono justru memberikan nasihat agar pasangan tersebut mengurangi pertengkaran demi menjaga keharmonisan keluarga dan menjadi teladan bagi anak serta cucu mereka.

Korban bahkan disebut sempat menawarkan tempat tinggal di kawasan kebun Rumah Kebon Juang kepada Suparman sekaligus mengajaknya ikut merawat lokasi tersebut.

Namun, percakapan tersebut diduga kemudian disampaikan kembali kepada Suparman dengan versi yang berbeda oleh Rato. Informasi yang diduga telah dipelintir itu membuat Suparman tersulut emosi.

Puncaknya terjadi pada Minggu (9/8/2026). Saat itu, Soponyono hendak bepergian ke Parengan untuk melihat sepeda motor Scoopy dan kemudian menuju Bojonegoro untuk menjemput seorang kiai di stasiun.

Dalam perjalanan, korban mampir ke toko Erlin untuk membayar pulsa. Tak lama kemudian, Suparman datang dan memanggil korban dengan nada tinggi.

Suparman kemudian menuduh korban telah mengucapkan perkataan yang tidak pantas terkait istrinya. Tuduhan tersebut dibantah korban.

Soponyono berusaha memberikan penjelasan dan meminta agar Rato dihadirkan untuk dikonfrontasi guna mengetahui kebenaran percakapan yang sebenarnya terjadi.

Namun, situasi justru memanas. Suparman mengambil sebilah pisau yang disimpan di jok sepeda motornya sembari mengancam korban.

“Tak pateni kowe,” teriak Suparman, sebagaimana keterangan pihak korban.

Korban yang merasa tidak melakukan kesalahan tidak langsung melarikan diri. Saat pelaku hendak menyerang menggunakan pisau, korban berusaha menepis dan merebut senjata tajam tersebut.

Dalam perkelahian itu, tikaman pisau mengenai bagian perut sebelah kiri korban. Tangan korban juga mengalami luka saat berupaya merebut pisau dari tangan pelaku.

Meski terluka dan mengeluarkan darah, Soponyono masih berusaha menahan pelaku dengan memegang kedua bahunya agar serangan tidak kembali dilakukan.

Korban kemudian meminta bantuan orang-orang yang berada di toko Erlin untuk mengamankan pisau tersebut dan memasukkannya ke dalam mobil.

Menyadari kondisinya cukup serius, korban meminta bantuan Erlin untuk mengantarkannya ke puskesmas. Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RS Graha sebelum akhirnya dibawa ke RS Umum Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Pihak keluarga korban menyebut Soponyono telah menjalani operasi dan sempat mendapatkan perawatan di ruang ICU. Kondisi korban kini dilaporkan sudah sadar sepenuhnya.

Pihak korban juga menegaskan bahwa penusukan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dan informasi yang tidak benar. Mereka membantah adanya isu bahwa insiden tersebut berkaitan dengan persoalan cangkrukan di warung kopi maupun campur tangan korban terhadap urusan rumah tangga Suparman.

Kasus penusukan tersebut selanjutnya diharapkan dapat diproses sesuai hukum, sekaligus mengungkap secara terang duduk perkara dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Berita Terbaru

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Waspada Penipuan Tiket PELNI, Calon Penumpang Diminta Hanya Gunakan Kanal Resmi

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 17:25 WIB

PELNI Cabang Surabaya mengingatkan calon penumpang mewaspadai akun palsu, tawaran tiket mencurigakan, hingga permintaan transfer yang mengatasnamakan perusahaan…

Wujudkan Pernikahan Impian di Surabaya, HARRIS Bundaran Satelit Suguhkan Ballroom Elegan hingga Chinese Cuisine

Wujudkan Pernikahan Impian di Surabaya, HARRIS Bundaran Satelit Suguhkan Ballroom Elegan hingga Chinese Cuisine

Jumat, 25 Sep 2026 10:13 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 10:13 WIB

HARRIS Bundaran Satelit Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Pernikahan Internasional…

Santoso Utomo Akui Tak Tahu Dokumen Wire Rope dari Pemasok Tak Ber SNI Lengkap

Santoso Utomo Akui Tak Tahu Dokumen Wire Rope dari Pemasok Tak Ber SNI Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 12:49 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 12:49 WIB

Santoso Utomo Akui Tak Tahu Dokumen Wire Rope dari Pemasok Tak Ber SNI Lengkap…

Bongkar Muat Peti Kemas Dipercepat, Simpul Logistik Darat Diminta Tak Jadi Titik Macet Baru

Bongkar Muat Peti Kemas Dipercepat, Simpul Logistik Darat Diminta Tak Jadi Titik Macet Baru

Kamis, 24 Sep 2026 12:32 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 12:32 WIB

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Diminta Ikut Diperkuat…

Satu Bulan Jadi Kurir, Pria di Surabaya Ditangkap Bawa 100,72 Gram Sabu

Satu Bulan Jadi Kurir, Pria di Surabaya Ditangkap Bawa 100,72 Gram Sabu

Rabu, 23 Sep 2026 20:05 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:05 WIB

Seorang pria berinisial G.S. (35) diamankan setelah kedapatan menyimpan sabu dengan berat bruto mencapai 100,72 gram.…

Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Pemerintah Tutup Lembaran Krisis 1997-1998

Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Pemerintah Tutup Lembaran Krisis 1997-1998

Selasa, 22 Sep 2026 18:36 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 18:36 WIB

Pemerintah resmi menuntaskan pembayaran utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia senilai Rp218,3 triliun.…