SURABAYA,Seputarrindonesia.net – Dunia digital semakin membuka peluang bagi siapa saja untuk berkarya sekaligus menghasilkan cuan. Tak harus menjadi selebritas, siapa pun kini bisa membangun penghasilan melalui konten dan affiliate marketing.
Semangat itulah yang terasa dalam Superstar Affiliate Revolution (SAR) yang digelar Superstar Agency pada 5–6 September 2026 di Surabaya Suites Hotel.
Mengusung konsep yang mempertemukan creator, brand, dan pelaku industri affiliate marketing, event ini menjadi ruang bertemunya ide, kreativitas, networking, sekaligus peluang kolaborasi yang bisa berujung pada peningkatan penghasilan.
CEO Superstar Agency, Andri Firmansyah, mengatakan Superstar Affiliate Revolution dirancang sebagai wadah bagi creator untuk mendapatkan akses lebih dekat dengan berbagai brand.
“Superstar Affiliate Revolution ini hadir sebagai wadah untuk mempertemukan creator, brand dan berbagai pihak dalam ekosistem affiliate marketing,” ujar Andri saat ditemui pada sesi acara kedua, Minggu (6/9/2026), di Surabaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan sesi networking. Para creator juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan brand, membuat konten di lokasi, hingga membuka peluang kerja sama sesuai karakter dan niche masing-masing.
“Event ini dirancang untuk membuka akses kolaborasi secara langsung, mulai dari brand dan creator matchmaking, networking, hingga pembuatan konten secara langsung,” jelasnya.
Antusiasme peserta pun terlihat sejak kegiatan berlangsung. Superstar Affiliate Revolution menargetkan kehadiran lebih dari 700 creator dan 50 brand dari berbagai kategori, mulai dari beauty, health & personal care, fashion, home living & lifestyle, hingga mom & baby.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah Brand & Creator Matchmaking. Lewat kegiatan ini, creator bisa berinteraksi langsung dengan brand dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan kolaborasi.
Bagi creator pemula, kesempatan seperti ini tentu menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya bisa mengenal produk secara langsung, tetapi juga dapat membangun relasi dengan brand yang berpotensi menjadi partner dalam perjalanan affiliate mereka.
Keseruan semakin lengkap dengan hadirnya sharing session bersama top creator Superstar Agency, yakni GW Rinaa dari kategori Fashion & Accessories serta Dapur_Ufa yang dikenal di kategori Food & Beverage dan Kitchen Ware.
Selain itu, peserta juga bisa mengikuti networking session, interactive booth, hingga live content creation atau On The Spot (OTS).
Andri menyebut, berbagai aktivitas tersebut sengaja dihadirkan agar creator mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap.
“Creator juga dapat memperoleh pengalaman berupa direct access to brand, creator matchmaking, instant content creation, bertemu dengan top creator TikTok maupun Shopee, serta hunting sample dari berbagai niche melalui Mission Card,” terangnya.
Bagi sebagian peserta, Superstar Affiliate Revolution bukan sekadar acara untuk bersenang-senang. Event ini menjadi kesempatan untuk belajar dan membangun keberanian agar bisa berkembang di dunia affiliate marketing.
Salah satunya Amalia Rosa (28), ibu rumah tangga asal Lamongan, Jawa Timur.
Rosa baru terjun menjadi affiliate pada Juni 2026. Meski masih tergolong pemain baru, ia sudah memiliki target besar, yakni mampu meraih penghasilan hingga Rp2 juta per hari.
Menurut Rosa, hadirnya Superstar Affiliate Revolution memberikan banyak manfaat, terutama bagi affiliate pemula yang masih mencari pengalaman dan cara mengembangkan konten.
“Banyak brand yang dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi para affiliate pemula untuk belajar dan meningkatkan income,” ungkap Rosa.
Ia juga mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari sharing session bersama para top creator.
“Serunya lagi, ada sharing session bersama top creator yang banyak memberikan input dan masukan buat kita semua untuk bisa terus semangat dan berani maju untuk sukses,” sambungnya sambil tersenyum.
Namun, perjalanan menjadi affiliate sukses tentu tidak selalu mulus.
Rosa mengakui masih menghadapi tantangan ketika harus membuat video, terutama dalam hal editing dan mengambil video di luar rumah.
Baginya, rasa malu dan kurang percaya diri justru menjadi tantangan yang harus ditaklukkan.
“Harus bisa belajar percaya diri dan membuang jauh-jauh rasa malu kalau ingin sukses di dunia affiliate,” tuturnya.
Kesempatan berkolaborasi semakin terbuka karena Superstar Affiliate Revolution menghadirkan puluhan brand dari berbagai kategori.
Di antaranya Soho, Bigroot, La Paris, Minimal Manzone, Glamazing, Avitaskin, Realme, Parasol, Embargoup, Grandvilled, Sevra, Reebit, Honey Boo, Palugadha Koper, Sombong, Paragon & Kahf, MSGlow, Raisha.collection0, hingga Missy Indonesia.
Keberagaman kategori tersebut membuat creator memiliki banyak pilihan untuk mengeksplorasi produk yang sesuai dengan karakter konten dan audiens masing-masing.
Tidak hanya mendapatkan produk, creator juga memiliki kesempatan memperluas jaringan, bertemu sesama content creator, bertukar pengalaman, serta membuka pintu kolaborasi baru dengan brand.
Superstar Agency berharap Superstar Affiliate Revolution dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem creator economy di Indonesia, khususnya dengan mempertemukan brand dan creator secara lebih dekat.
Dengan semakin terbukanya akses tersebut, dunia affiliate marketing kini bukan lagi sekadar tren media sosial. Bagi banyak orang, termasuk para ibu rumah tangga dan creator pemula, affiliate bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka peluang penghasilan dari dunia digital.
Editor : Bcl