Jokowi di Sumenep Dihadang Demo Mahasiswa, Spanduk Dirampas Petugas

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kedatangan Jokowi didemo mahasiswa di Sumenep
Kedatangan Jokowi didemo mahasiswa di Sumenep

i

Seputarindonesia.net, SUMENEP-Kunjungan kerja presiden RI yang ke 7 , Joko Widodo (Jokowi) di Sumenep, di demo Mahasiswa, Rabu (20/4/2022).

Koordinasi aksi aliansi Badan eksekutif mahasiswa Sumenep Moh, Chairul Anam mengatakan, saat melakukan demonstrasi di pasar Anom ada tindakan refresif dari aparat keamanan yang mengawal kedatangan presiden RI joko Widodo ke kota keris.

"Ini salah satu bentuk tindak anti demokrasi jelas banget rezim di era Joko Widodo, sebenarnya fasis hanya di luar saja yang baik baik saja, tapi faktanya di lapangan saat mahasiswa Sumenep melakukan aksi penolakan kunjungan kerja presiden RI joko Widodo, ada tindakan refresif yang seharusnya tidak di lakukan oleh aparat keamanan kepolisian Sumenep," jelasnya.

Lebih lanjut Anam menegaskan, dari itu, seluruh mahasiswa Sumenep yang tergabung dalam BEMSU mengutuk keras tindakan premanisme yang di lakukan oknum keamanan kunjungan kerja presiden RI joko Widodo,

Masih Anam, kemudian, ada perampasan secara paksa oleh aparat keamanan tersebut, diantaranya adalah sepanduk yang bertulis Tolak Presiden Joko Widodo datang ke sumenep, dan bertulis Turunkan harga bahan pokok sekarang juga.

"Terbukti sepanduk yang bertulisan tuntutan dari aktivis mahasiswa Sumenep, di rampas artinya apa, rezim di era pemerintah Joko Widodo memang tidak ada keseriusan untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat setempat," tegasnya.

Sudah jelas rezim pemerintahan era Joko Widodo, anti rakyat, anti demokrasi, dan jelas ini salah satu bentuk fasisme yang di jalankan oleh rezim Joko Widodo.

"Mahasiswa Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa, sesuai dengan UUD 45, setiap orang berhak menyampaikan aspirasi didepan umum, bahkan kami dari golongan pendidikan yang tau aturan dan tidak merusak fasilitas umum," terangnya.

Anam mengatakan Dalam konferensi pers mahasiswa Sumenep menilai, rezim Joko Widodo dan kroninya memang tidak mau menurunkan harga bahan pokok, yang menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Refresif model kayak ini, dan perampasan peralatan masa aksi mahasiswa Sumenep, bentuk sistem otoriter dan feodalistik, masyarakat di larang bicara kebanaran secara komprehensif, Karana kami membela rakyat terdholimi oleh rezim Joko Widodo," pungkasnya.(*/hen)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

DPRD Jatim Dorong Wayang Kulit Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 21:36 WIB

Rasiyo Dorong Wayang Kulit Dikemas Lebih Menarik agar Diminati Generasi Muda…

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya, Perkuat Kompetensi dan Dorong Pemberdayaan UMKM

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 20:24 WIB

Bukan Sekadar Tenaga Pemasar, Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM…

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi untuk Pinjaman Online Rp16 Juta, Kasusnya Ditangani Polrestabes Surabaya

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:06 WIB

SURABAYA,Seputarindonesia.net– Polrestabes Surabaya menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan data pribadi yang diduga digunakan untuk pengajuan pinjaman o…

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Sidang Pungli Izin ESDM Jatim: Saksi Sebut Rp10 Juta, “Masak Saya Membuat Nominal Sendiri Kalau Tidak Ada Perintah”

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Senin, 26 Okt 2026 23:55 WIB

Sidang Pungli ESDM Jatim Memanas, Saksi Ungkap Uang Rp10 Juta dan Perintah di Baliknya.…

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Ditpolairud Polda Jatim Bongkar 4 Kasus Ilegal, dari 7 Kakatua hingga 10.600 Botol Arak

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:39 WIB

10.600 Botol Arak dan 1.140 Liter Solar Subsidi Terungkap, Ditpolairud Jatim Dalami Jaringan…

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

KAI Jatim Desak Revisi UU Advokat, Usulkan Lembaga Profesi Independen hingga Perlindungan Hukum

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 20:50 WIB

KAI Siapkan Gebrakan! RUU Advokat Usulkan Lembaga Nasional Independen dan Perlindungan Profesi…