Jatim Siap Jadi Barometer Nasional, Pemprov Usulkan 38 Sekolah Menengah Atas Masuk Program ‘Sekolah Garuda’

seputarindonesia.net

​Surabaya,Seputarindonesia.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program Sekolah Garuda, sebuah inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Program yang digagas pemerintah pusat ini diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026 sebagai proyek percontohan nasional.

​Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa Jawa Timur siap menjadi basis utama implementasi program ini dengan menyiapkan usulan dari seluruh wilayahnya.

Baca juga: Strategi Penguatan Pendidikan Vokasi, Disdik Jatim Gulirkan 5 Mobile Training Unit Terintegrasi

​Aries menjelaskan bahwa Sekolah Garuda tidak harus selalu berupa bangunan baru. Pemerintah daerah diberikan ruang untuk mengusulkan SMA yang sudah eksis guna dikonversi menjadi Sekolah Garuda setelah melalui tahap penilaian kelayakan.

​"Pemerintah provinsi mengusulkan SMA yang sudah ada di berbagai daerah. Kami bahkan menyiapkan usulan dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Nantinya kementerian yang akan melakukan penilaian dan menentukan kelayakannya," ujar Aries saat memberikan keterangan dalam Jatim Retreat 2026, Kamis (15/1/2026).

​Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang menargetkan adanya satu Sekolah Garuda di setiap kabupaten/kota guna memeratakan kualitas pendidikan unggul di tingkat nasional.​​Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Garuda dirancang dengan standar pendidikan yang jauh lebih kompetitif. Aries menekankan bahwa sistem rekrutmen siswa akan dilakukan melalui pemantauan yang komprehensif.

Baca juga: Dindik Jatim Ajak Siswa SMA/SMK Tetap Gaspol Lewat Kegiatan Produktif

​"Standarnya tinggi mencakup nilai akademik, psikotes, hingga evaluasi rutin setiap bulan. Sistem pembelajarannya juga lebih menantang karena diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan di atas rata-rata," jelasnya.

​Dengan kurikulum dan sistem evaluasi yang ketat, lulusan Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya mampu menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) unggulan di dalam negeri, namun juga memiliki daya saing untuk masuk ke perguruan tinggi internasional.

Baca juga: Jawa Timur Jadi Pionir, Dindik Gelar Sosialisasi Pengelolaan Talenta Digital Nasional Pertama di Indonesia

​Saat ini, Dinas Pendidikan Jatim telah memulai proses pengajuan usulan sekolah dan tengah menunggu tahap survei serta verifikasi faktual dari tim Kemendikti Saintek. ​Aries optimis Jawa Timur memiliki modal sumber daya manusia (SDM) dan potensi siswa yang sangat memadai untuk menjalankan mandat ini.

"Jawa Timur sejak dulu punya potensi luar biasa. Pada prinsipnya, kami siap mendukung penuh program ini demi mencetak generasi emas di masa depan," pungkasnya.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru