Surabaya,Seputarindonesia.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Melalui agenda sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Jawa Timur resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menginisiasi gerakan strategis ini untuk menyiapkan generasi emas yang melek teknologi.Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah, guna memastikan peserta didik di Jawa Timur memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri global.
Dalam arahannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan bahwa pengelolaan talenta digital bukan sekadar program teknis, melainkan sebuah gerakan kolektif. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan di kancah internasional.
“Melalui sosialisasi ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama,” ungkap perwakilan Pemprov Jatim dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan di Jawa Timur harus memberikan dampak nyata.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memastikan setiap kebijakan dan inovasi pendidikan berkontribusi nyata pada lahirnya generasi Jawa Timur yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter, sekaligus menjadi pilar utama Indonesia menuju negara maju dan berdaulat secara digital,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Jawa Timur sebagai pelopor sosialisasi program ini. Menurutnya, langkah ini adalah tonggak sejarah bagi dunia pendidikan di daerah dalam menjemput masa depan digital.“Kegiatan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan peran dunia pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan,” jelas Aries.Sinkronisasi dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI)Aries juga menyoroti pentingnya mempertajam kurikulum dan pola pengajaran agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan pengelolaan talenta yang terstruktur sejak dini, diharapkan angka serapan kerja lulusan asal Jawa Timur akan terus meningkat.
“Kami berharap melalui program ini kemampuan dunia pendidikan, khususnya di Jawa Timur, semakin menajam dalam sektor digitalisasi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang dan kesempatan kerja bagi peserta didik Jawa Timur akan semakin terbuka luas sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” pungkas Aries Agung Paewai.
Program ini diharapkan dapat segera diimplementasikan di seluruh jenjang pendidikan menengah di Jawa Timur, guna mencetak ribuan talenta digital yang siap berkontribusi bagi ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Editor : Bcl