Siomay Diduga Basi Dibagikan ke Siswa SDN Sukomanunggal 3, Program MBG Tuai Kritik

seputarindonesia.net
Foto ilustrasi

Surabaya,Seputarindonesia.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perhatian publik setelah sejumlah wali murid disekolah dasar negeri Sukomanunggal 3 Surabaya mengeluhkan kualitas makanan yang diterima siswa. Keluhan tersebut mencuat dari percakapan grup WhatsApp kelas 1B yang beredar pada Selasa (21/4/2026). Dalam tangkapan layar percakapan itu, seorang wali murid menyampaikan keberatan terkait menu siomay yang dibagikan. Ia menilai aroma ayam pada makanan tersebut tidak layak konsumsi karena diduga telah basi.

“Bu mohon maaf untuk MBG-nya tadi, untuk siomaynya kok busuk ya ayam e,” tulisnya dalam grup.

Baca juga: Menteri HAM Soroti Dugaan Kelalaian SPPG Tembok Dukuh Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG

[caption id="attachment_35049" align="alignnone" width="153"] Foto salah satu percakapan di WAG [/caption]

Kekhawatiran serupa juga disampaikan wali murid lain. Ia mengaku memilih membuang makanan yang diterima anaknya sebagai langkah antisipasi agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Alhamdulillah anak saya belum sempat makan. Akhirnya saya buang semua,” tulisnya.

Baca juga: Pelindo Regional 3 Tegaskan Eksekusi Lahan di Tanjung Perak Sesuai Prosedur Hukum Tetap

Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah bergerak cepat. Salah satu guru memastikan bahwa keluhan para orang tua telah diteruskan kepada penyelenggara program MBG untuk segera ditindaklanjuti.

“Terima kasih informasinya, sudah kami sampaikan ke pihak MBG sebagai bahan evaluasi,” ujar guru dalam percakapan tersebut.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah Dikritik, Komnas Anak Surabaya: Tidak Efektif

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua terkait standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Mengingat program tersebut menyasar siswa usia sekolah dasar, aspek higienitas dan kelayakan konsumsi dinilai tidak boleh diabaikan.

Para wali murid pun mendesak adanya pengawasan lebih ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah. Mereka berharap program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak ini tidak justru menimbulkan persoalan baru.Program MBG sendiri digagas untuk mendukung pemenuhan gizi siswa. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaannya.

Editor : Bcl

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru