Waspada Penularan Penyakit Mulut dan Kuku, Pasar Hewan Lamongan Tutup Sementara

author seputarindonesia.net

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasar hewan Lamongan tutup sementara
Pasar hewan Lamongan tutup sementara

i

Seputarindonesia.net II LAMONGAN - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan peninjauan pengobatan wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Tikung, dengan tegas menurunkan instruksi untuk menutup pasar hewan yang ada di Lamongan.

Hal tersebut menimbang adanya wabah hewan yang sedang menyebar dan Lamongan menjadi kabupaten yang terkonfirmasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kami tutup pasar hewan yang ada di Lamongan, terdapat 2 pasar hewan besar di Lamongan dan Babat. Pasar hewan kontemporer atau kecil juga menyesuaikan ditutup juga untuk menghindari penularan yang lebih besar di Lamongan,” ungkap Bupati, Minggu (08/05/2022).

Di Lamongan sendiri kasus positif terjangikiti PMK dilaporkan pada 1 Mei 2022. Dimana terhitung 140 sapi potong yang terindikasi PMK dan tersebar di 3 kecamatan dan 6 desa.

Tanda-tanda klinis terkontaminasi dengan adanya wabah tersebut berupa demam tinggi 39° celcius sampai dengan 41° celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut disertai busa, terdapat pula luka-luka menyerupai sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak makan, kaki pincang, luka pada kaki dan disusul kuku mengelupas, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu menurun dengan drastis dan berangsur menurun berat badan pada hewan.

Penutupan pasar hewan dinyatakan belum mempengaruhi kondisi kebutuhan, pasalnya pemenuhan kebutuhan masih terhitung cukup.

“Untuk sementara penutupan pada pasar hewan ini belum mempengaruhi kondisi kebutuhan kita, karena persiapan yang lalu masih cukuplah untuk kasus ini,” tutur Pak Yes, sapaan Bupati.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan hasil dari koordinasi marathon asal-usul penyebab wabah PMK yang telah dilakukan bersama 4 Bupati daerah yang terjangkiti di Jawa Timur yakni Lamongan, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) dan Balai Besar Veteriner Wates.

“Rapat koordinasi maraton dari pagi untuk menemu kenali PMK, karena pada dasarnyatahun 1986 Indonesia dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku bagi ternak. Maka dari itu kita telusuri asal-usul dari penyakit ini. Kita mendapat penjelasan pada saat rapat koordinasi dengan Dirjen dan Direktur Keswan, Pak Bupati Lamonganjuga hadir. Asal-usulnya kemungkinan dari import illegal kambing atau domba dari negara yang belum bebas PMK. Serta penyebarannya melalui airborne aerosol atau angin maka akan berlangsung cepat. ” terang Khofifah.

Khofifah juga menegaskan bahwa Provinsi Jawa Timur telah melakukan pengupayaan untuk penanganan wabah PMK di daerah terkonfirmasi.

“Kayak tadi analgesik dan antibiotik serta vitamin, tiga itu yang disuntikkan. Kita pada hari Jumat kondisi obat masih sangat tipis dan kemdian langsung dikirim dari Jakarta, sehingga Jumat sore sudah sampai dan langsung kemarin serentak didistribusikan dan digunakan di seluruh sentra peternakan yang terkonfirmasi ada penyakit PMK,” tuturnya.

Disebut-sebut mirip wabah pandemi covid 19 pada manusia, wabah PMK memiliki penangan yang serupa. Khofifah mengingatkan agar karantina hewan dilakukan dengan sistem karantina kandang bukan karantina per ekor. Untuk daerah yang terkonfiramasi dilarang menerima atau mengeluarkan ternak ke luar daerah tersebut, karena keberadaan vaksin masih menunggu keputusan dari pusat. (RI).

Editor/Publisher: Bairi.

Tag :

Berita Terbaru

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

RSUD dr Karneni Tulungagung  buka layanan CT Scan 128 Slice 

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:39 WIB

Teknologi itu memiliki 3 keunggulan diantaranya, resolusi yang tajam dan detail, dosis radiasi rendah serta memiiki kecepatan tinggi…

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Dua Orang Ditangkap Polrestabes Surabaya di Peneleh, Bukan Dilepas : Jalani Rehabilitasi Bukan Dilepas 

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYA- Satresnarkoba Polrestabes Surabaya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan tangkap lepas terhadap dua orang  pria di kawasan …

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Gerebek 3 THM Surabaya, Polisi Temukan 20 Orang Positif Narkoba, Station Tunjungan Disorot!

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

Jumat, 23 Okt 2026 11:24 WIB

DIGEREBEK POLISI! 20 Orang Positif Narkoba di Tiga THM Surabaya, Station Tunjungan Jadi Sorotan…

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Demo Mahasiswa di Depan Grahadi Berlangsung Kondusif, 11 Orang Diamankan Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 21:55 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Penunggang Demo di Grahadi, 11 Orang Diamankan Sebelum Aksi Berakhir…

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 20:34 WIB

Cegah Penyalahgunaan NAPZA, OSB dan BNNK Surabaya Edukasi Karang Taruna Banyu Urip Wetan…

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 15:45 WIB

BRI BO Surabaya Diponegoro Serahkan Ambulans untuk Satuan Brimob Polda Jatim…